Rabu 05 Oct 2022 17:24 WIB

Inflasi Jateng 6,40 Persen Lampaui Nasional

Peningkatan inflasi terutama bersumber dari kelompok transportasi.

Inflasi, ilustrasi
Foto: Pengertian-Definisi.Blogspot.com
Inflasi, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Inflasi Jawa Tengah pada September 2022 mencapai 6,40 persen (yoy), lebih tinggi dari inflasi nasional yang 5,95 persen (yoy) seiring dengan penyesuaian harga BBM. Indeks Harga Konsumen (IHK) Jateng pada September 2022 sebesar 1,19 persen (mtm), setelah di bulan sebelumnya mencatatkan deflasi 0,39 persen (mtm).

Peningkatan inflasi tersebut terutama bersumber dari kelompok transportasi.  "Kenaikan inflasi pada bulan ini terutama didorong oleh kelompok transportasi, sebagai dampak kenaikan harga bensin dan solar," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwi Saputra dalam keterangan persnya di Semarang, Rabu (5/10/2022).

Pada 3 September 2022, pemerintah secara resmi mengumumkan penyesuaian harga Pertalite (dari Rp 7.650 menjadi Rp 10 ribu per liter), Solar subsidi (dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter), serta Pertamax (dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter).

Penyesuaian harga tersebut memengaruhi kenaikan tarif transportasi yang tercermin pada tarif angkutan antarkota yang turut mengalami peningkatan pada September 2022. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mulai menunjukkan peningkatan peningkatan indeks harga meskipun masih tercatat mengalami deflasi sebesar -0,15 persen (mtm).

 

Indikasi peningkatan harga pada kelompok komoditas tersebut, terutama didorong oleh kenaikan harga beras seiring dengan berlalu masa panen di Jateng. Lebih lanjut, telah terjadi serangan hama di beberapa wilayah sentra di Jateng, sehingga turut memengaruhi panen padi, salah satunya terjadi di Kabupaten Semarang.

Diperkirakan pada Oktober 2022 terdapat beberapa wilayah yang mulai memasuki masa panen, sehingga diperkirakan harga beras segera kembali ke level normal. Di sisi lain, beberapa komoditas seperti bawang merah dan daging ayam ras masih menunjukkan penurunan harga.

Berlanjutnya penurunan harga bawang merah terjadi seiring dengan sejumlah daerah sentra di Jateng yang telah memasuki masa panen, di antaranya Brebes dan Kendal.  Selanjutnya, penurunan harga daging ayam ras ditengarai akibat kondisi kelebihan pasokan yang saat ini terjadi di pasar.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan beberapa upaya akan dilakukan untuk menjaga harga agar tidak semakin jatuh. Antara lain mengurangi produksi bibit ayam, memusnahkan sebagian day old chicken (DOC), serta melakukan pembatasan impor indukan bibit ayam.

Di sisi lain, harga emas perhiasan justru mencatatkan penurun pada periode ini. Penurunan ini sejalan dengan penurunan harga emas dunia. Secara bulanan, harga emas dunia turun sebesar 2,81 persen.

Penurunan tersebut terjadi seiring dengan kebijakan The Fed menaikkan suku bunga sehingga berdampak pada apresiasi nilai dolar AS. Hal tersebut memengaruhi preferensi investor dari aset safe haven menjadi kepada surat berharga berdenominasi USD.

Ia menambahkan untuk menjaga inflasi kembali pada sasarannya, Tim Pengendali an Inflasi Daerah (TPID) Jateng akan terus melakukan koordinasi dan mengalokasikan sumber daya guna program pengendalian inflasi dan meredam dampak inflasi setelah penyesuaian harga BBM subsidi.

Hal tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah pusat membolehkan penggunaan pos anggaran belanja tidak terduga untuk program pengendalian inflasi di daerah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement