Ahad 23 Oct 2022 04:48 WIB

Santri Diyakini Mampu Hadapi Tantangan Zaman

Dalam ikrarnya, Laskar Santri siap setia kepada agama, bangsa, dan negara.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Sejumlah laskar santri mengikuti apel di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (22/10/2022). Apel itu untuk memperingati Hari Santri Nasional yang bertema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Sejumlah laskar santri mengikuti apel di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (22/10/2022). Apel itu untuk memperingati Hari Santri Nasional yang bertema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Panglima Santri Indonesia Abdul Muhaimin Iskandar memimpin apel akbar dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2022 di Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (22/10/2022). Apel tersebut diikuti 9.999 santri dari berbagai kabupaten/kota di Jatim yang dikukuhkan sebagai Laskar Santri Indonesia.

Muhaimin menyampaikan, pada era perjuangan Hadrotus Syekh KH Hasyim Asy'ari Laskar Santri menjadi kekuatan pasukan perang untuk mengusir para penjajah. "Hari ini Laskar Santri bertanggung jawab mewarisi semangat untuk mengisi kemerdekaan," kata Muhaimin.

Dalam ikrarnya, Laskar Santri berkewajiban untuk siap setia kepada agama, bangsa, dan negara, memperjuangkan Islam Ahlussunah Waljamaah. Muhaimin mengatakan, Tugu Pahlawan yang dipilih menjadi tempat upacara merupakan tempat yang penuh sejarah sebagai simbol dan mementum perlawanan para santri dan masyarakat dalam mengusir penjajah.

"Di tempat ini para ulama, mendeklarasikan Resolusi Jihad dengan membentuk Laskar Santri untuk mengusir penjajah. Dari tempat ini kita menyerap perjuangan pahlawan mengusir penjajah," ujarnya.

 

Muhaimin mengatakan, tantangan hari ini semakin berat di tengah kondisi dunia yang sedang bergolak dan mengalami perubahan total. Dimana sistem ekonomi, sosial, budaya, disebutnya berantakan dan rontok ditelan keadaan dan perkembangan. Menurutnya, banyak negara bergelimpangan tak berdaya mengatasi keadaan zaman.

Maka dari itu, kekuatan santri dan seluruh khasanah ilmu pengetahuan, doktrin ajaran nilai-nilai dan seluruh sistem melakhirkan kekuatan spiritual dan peradaban sebagai bangsa. "Dengan warisan khasanah dan kekuatan itu, saya dan kita semua para santri, Insya Allah menjadi kekuatan yang bisa mengatasi tantangan perkembangan zaman," kata Muhaimin.

Muhaimin meyakini, santri dan Laskar Santri adalah kekuatan kepemimpinan yang akan memberikan solusi zaman. "Kita semua yakin dan optimis akan mampu mengisi dan meneruskan seluruh warisan untuk berjuang mengubah nasib bangsa dan seluruh dunia," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement