Jumat 28 Oct 2022 12:45 WIB

Sarjana Terapan Disebut Lebih Cepat Terserap Dunia Kerja

SDM harus dikelola untuk siap bekerja dan berwirausaha.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Pencari kerja membaca persyaratan lowongan yang ditempel penyedia lowongan pada acara Job Fair.
Foto: ANTARA/Feny Selly
Pencari kerja membaca persyaratan lowongan yang ditempel penyedia lowongan pada acara Job Fair.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) telah menutup 15 prodi D3 yang dialihkan jadi Sarjana Terapan atau D4. Itu jadi usaha SV UGM sejak 2019 membuka Sarjana Terapan yang tahun ini miliki 21 prodi yang sudah terakreditasi.

Pembukaan Sarjana Terapan diharapkan membuat lulusan SV UGM memiliki keunggulan bidang ilmu terapan, kompeten, dan memiliki keterampilan siap kerja. Dekan SV UGM, Agus Maryono mengungkapkan, tahun ini mereka sudah memproses penutupan prodi D3.

Sebanyak 15 prodi yang telah ditutup dan telah disahkan oleh Senat Akademik. Saat ini, terdapat 11 mahasiswa yang masih aktif di D3. Sedangkan, jumlah mahasiswa aktif sarjana terapan atau diploma empat berjumlah 5.231 mahasiswa.

Agus menyebut, sudah ada 21 prodi di SV UGM yang memiliki akreditasi. Dari sisi lulusan sarjana terapan, hasil tracer study yang dilakukan SV UGM selama tiga tahun terakhir menunjukkan semakin banyak alumni yang berwirausaha dan bekerja.

 

Hal ini seiring dengan pembentukan prodi D4 dan penutupan prodi D3. Selain itu, jumlah alumni yang melanjutkan studi turut berangsur menurun. Pada 2022, Agus mengungkapkan, jumlah alumni yang mencari kerja hanya tersisa 8,15 persen.

Adapun masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan pertama bagi lulusan SV UGM turut berangsur menurun dengan rata-rata sekitar empat bulan. Berdasarkan hasil tracer study ini, Agus menegaskan, alumni SV UGM semakin cepat terserap di dunia kerja.

"Meskipun rata-rata mendapatkan kerja masih dalam waktu empat bulan, namun masa tunggu lulusan didominasi pada satu bulan pertama sudah mendapatkan pekerjaan," kata Agus dalam Puncak Dies Natalis ke-13 Sekolah Vokasi UGM.

Rektor UGM, Prof Ova Emilia berharap, lulusan-lulusan Sekolah Vokasi UGM mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional mendukung pembangunan bangsa. Sebab, globalisasi dengan kemajuan teknologi telah membuka peluang kerja baru.

Namun, meningkatkan pula persaingan kerja yang kompetitif dengan kualifikasi SDM dan daya saing tinggi. Bangsa Indonesia hadapi tantangan dengan bonus demografi pada 2030-2040, sehingga SDM harus dikelola untuk siap bekerja dan berwirausaha.

"Sekolah Vokasi sangat berperan besar. UGM sendiri berkomitmen menyiapkan SDM berkualitas dan memiliki strategi optimal menyiapkan lulusan unggul dan terampil dalam bidangnya dengan nilai tawar yang tinggi di tingkat persaingan global," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement