Sabtu 05 Nov 2022 18:30 WIB

Ganjar Kembali Ingatkan Pentingnya Masker dan Booster

Stok vaksin booster di Jawa Tengah masih tercukupi,

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (Porsadin) VI tingkat Jawa Tengah, di Alun- alun kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (3/11) malam.
Foto: dok. istimewa
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (Porsadin) VI tingkat Jawa Tengah, di Alun- alun kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (3/11) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Masyarakat Jawa Tengah kembali diingatkan untuk tidak menyepelekan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 saat beraktivitas di tempat-tempat umum.

Pasalnya, angka kasus harian Covid-19 terpantau kembali menunjukkan peningkatan seiring dengan munculnya varian baru Omicron XBB.

“Jangan abai soal kedisiplinan memakai masker dan segera lakukan booster (vaksinasi penguat), untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang lebih parah,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai mengikuti Rakor perkembangan pandemi Covid-19 dan rencana penghentian PPKM level Secara daring bersama Menko Marves,  Jumat (4/11).

Gubernur kembali mengimbau agar warga di daerahnya tidak menyepelekan pentingnya prokes pencegahan.

Masyarakat harus tetap pruden (berhati- hati-Red) karena Covid-19 masih ada, khususnya varian baru Omicron XBB. "Kita nggak boleh sepelekan, meski banyak informasi varian ini tidak berbahaya," katanya.

Faktanya, lanjut Gubernur, saat ini kasus harian terus bertambah. Bahkan angka kematian dan bed occupancy rate (BOR) juga naik.

Menurutnya, kehati-hatian sangat penting karena dari penambahan kasus yang terjadi banyak di antara mereka yang terpapar merupakan kelompok komorbid.

Maka, ia juga sepakat dengan keputusan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk tetap melanjutkan PPKM. Sejalan dengan itu, edukasi dan sosialisasi harus dilakukan kembali agar masyarakat tetap mengenakan masker saat beraktivitas.

“Kuncinya hanya dua, satu pakai masker dua segera booster. Masker booster itu kita jadikan satu paket untuk membangun kesadaran diri masyarakat dalam mengantisipasi lonjakan kasus varian baru Omicron XBB," katanya.

Di lain pihak, Ganjar juga menyampaikan, untuk saat ini stok vaksin booster di Jawa Tengah masih tercukupi, karena permintaan Jawa Tengah untuk menambah stok vaksin direspons Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Untuk mendorong pencegahan melalui vaksinasi booster, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah akan kembali melakukan percepatan. “Kendati begitu, seluruh rumah sakit tetap harus siaga dan jagan mengambil risiko,” tandasnya.

Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar menambahkan, saat ini stok vaksin booster di Jawa Tengah tersedia sebanyak 267.930 dosis dan telah didistribusikan ke 35 kabupaten/ kota.

Nantinya, daerah-daerah di Jawa tengah yang cakupan vaksinasi boosternya masih rendah akan ditugaskan untuk menggenjot penambahan cakupan vaksinasi booster.

“Saat ini jumlah kasus aktif Covid-19 di Jawa Tengah per Kamis 3 November 2022 ada 577 kasus. Rinciannya, jumlah dirawat 381 kasus; jumlah sembuh 184 kasus dan yang meninggal 12 kasus," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement