Kamis 10 Nov 2022 17:22 WIB

Wali Kota Malang Siap Kawal Aspirasi Aremania atas Tragedi Kanjuruhan

Aremania rela terkena guyuran hujan saat berdoa dan tahlil bersama.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Ribuan Aremania melaksanakan doa dan tahlil bersama di depan Balai Kota Malang, Kamis (10/11/2022). Kegiatan ini ditunjukkan untuk memperingati 40 hari tragedi Kanjuruhan.
Foto: Wilda Fizriyani/Republika
Ribuan Aremania melaksanakan doa dan tahlil bersama di depan Balai Kota Malang, Kamis (10/11/2022). Kegiatan ini ditunjukkan untuk memperingati 40 hari tragedi Kanjuruhan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang siap mengawal aspirasi Aremania atas tragedi Kanjuruhan. Hal ini diungkapkan Wali Kota Malang Sutiaji ketika menemui para Aremania yang menggelar doa dan tahlil bersama di depan Balai Kota Malang, Kamis (10/11/2022).

Menurut Sutiaji, Aremania telah menunjukkan tekad yang luar biasa dalam menghadapi tragedi Kanjuruhan. Hal ini telah dibuktikan melalui sejumlah kegiatan aksi usut tuntas sejak awal Oktober lalu. Terbaru, ribuan Aremania rela terkena guyuran hujan saat melaksanakan doa dan tahlil bersama.

Ia menilai, aksi-aksi tersebut sudah cukup menjadi bukti bahwa Aremania mampu menahan diri. Mereka mampu menciptakan kedamaian dalam jeda waktu 40 hari. "Itu hari yang tidak sedikit," ujarnya.

Selain itu, dia juga menilai Aremania sudah memiliki jiwa yang dewasa. Mereka telah membuktikan bahwa warga Malang cinta kedamaian. Para Aremania telah bertekad sepak bola itu cinta akan kedamaian.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menegaskan telah melakukan dukungan sesuai dengan kewenangannya. Salah satu hal yang Pemkot Malang lakukan adalah dengan berkirim surat kepada Polri, Menkopolhukam, Presiden RI, dan sebagainya.

Tindakan ini untuk menunjukkan bahwa pihaknya siap mengawal aspirasi para Aremania. "Lebih tepatnya bukan hanya aspirasi arek Malang tetapi ini anak bangsa yang cinta kedamaian. Yang punya nilai-nilai kemerdekaan yang harus diperjuangkan," tegasnya.

Sebelumnya, ada yang berbeda dengan suasana Kota Malang pada Kamis (10/11/2022) siang. Ribuan Aremania secara serempak menggunakan baju hitam untuk memperingati 40 hari tragedi Kanjuruhan.

Aremania yang hadir tidak hanya pria dan perempuan dewasa, tetapi juga terlihat beberapa anak kecil ikut dalam kegiatan ini. Mereka berjalan dari Stadion Gajayana lalu bergeser ke arah Kayutangan dan berakhir di depan Balai Kota Malang.

Di tempat terakhir tersebut, mereka berdoa dan tahlil bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan yang meninggal. Dari pengamatan Republika.co.id, massa mulai berdatangan secara bertahap sejak pukul 12.30 WIB.

Jumlah mereka terus bertambah dari menit ke menit hingga akhirnya memenuhi depan Balai Kota Malang. Tak hanya aksi jalan, para Aremania juga menghadirkan sejumlah poster yang berisi tuntutan agar tragedi Kanjuruhan bisa diusut dengan tuntas.

Mereka juga mengkritisi penggunaan gas air mata yang menjadi pemicu tragedi pada 1 Oktober lalu. Di samping itu, juga terlihat aksi teaterikal momen penembakan gas air mata dari para Aremania.

Aksi terus berlanjut meskipun hujan tiba-tiba mengguyur dengan derasnya. Mereka tak berhenti membacakan doa dan tahlil bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan. Kegiatan doa dan tahlil ini dimulai sekitar pukul 13.40 WIB.

Setelah doa dan tahlil bersama selesai, Sutiaji hadir menemui para suporter Aremania. Pria berkacamata tersebut tiba di lokasi tanpa menggunakan payung sama sekali.

Pada kesempatan itu, Sutiaji menyampaikan belasungkawanya sembari menangis. Dia mengaku turut merasa sedih dengan adanya peristiwa yang menewaskan 135 orang tersebut. Bahkan, dia juga berjanji akan mendukung Aremania untuk menuntaskan tragedi tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement