Jumat 18 Nov 2022 03:06 WIB

Bupati Bantul Sebut Bantuan Listrik Bantu Rumah Tangga Lebih Produktif

Masih ada warga yang belum teraliri listrik rumahnya.

Bupati Bantul Sebut Bantuan Listrik Bantu Rumah Tangga Lebih Produktif (ilustrasi)
Foto: PLN.
Bupati Bantul Sebut Bantuan Listrik Bantu Rumah Tangga Lebih Produktif (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih menyebutkan program bantuan pasang baru listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membantu rumah tangga lebih produktif.

"Dengan adanya program pasang listrik baru dengan daya 450 kVA per rumah tangga ini akan bisa membantu rumah tangga lebih produktif, karena listrik itu faktor produksi," katanya usai menghadiri Peresmian dan Penyalaan Pertama Program BPBL di Desa Karang Tengah, Imogiri, Bantul, DIY, Kamis (17/11/2022).

Baca Juga

Oleh karena itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM, PT PLN dan Anggota Komisi VII DPR RI yang mengawal program bantuan pasang baru listrik ini sampai ke masyarakat.

Dia mengatakan, di Kabupaten Bantul, untuk program BPBL tahun ini mencakup 831 rumah tangga dan khusus di Desa Karang Tengah untuk 100 rumah tangga.

"Ini program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena masih ada warga yang belum teraliri listrik rumahnya, sehingga rasio elektrifikasi ini bisa kita sempurnakan menjadi 100 persen," katanya.

Bupati juga mengatakan, apalagi di Desa Karang Tengah ini banyak yang berusaha membuat makanan olahan dan itu membutuhkan energi listrik.

"Dengan adanya pemasangan baru ini, maka diharapkan angka kemiskinan bisa kita tekan, dan kesejahteraan bisa kita naikkan," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman mengatakan pihaknya akan terus menelusuri rumah tangga yang belum teraliri listrik di wilayah DIY, untuk kemudian diusulkan ke Kementerian ESDM guna disasar program BPBL.

"Mumpung anggaran masih tersedia, maka kita rajin menyapa rakyat yang belum mempunyai listrik. Kita sudah merdeka berapa puluh tahun baru terpasang sekarang, ini kan ironis dan itu harus kita galakkan," katanya.

Gandung mengatakan, apalagi Pemkab Bantul dan perangkat daerah terbuka untuk menerima program dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan kemandirian berusaha melalui pemenuhan kebutuhan listrik.

"Pak Bupati dan perangkat terbuka, dan akan kita cari informasi ke kepala desa, lurah, bagi rakyat yang belum punya listrik mohon diajukan. Dengan peresmian ini mungkin yang dulu ragu tidak percaya, sekarang percaya bahwa ini nyata dan gratis, tidak ada pungutan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement