Senin 05 Dec 2022 17:48 WIB

Putri Pedagang Pasar Godean Raih IPK Tertinggi Wisuda UNY

Motivasi untuk terus belajar merupakan teladan dari orang tuanya.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq
Fani Fatmawati bersama kedua orang tuanya.
Foto: Dokumen
Fani Fatmawati bersama kedua orang tuanya.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Wisudawan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Fani Fatmawati, berhasil meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi untuk jenjang S1 yaitu 3,94 pada wisuda periode Desember yang digelar di GOR UNY. Fani merupakan anak kedua pasangan Sutardi seorang karyawan swasta dan Hartini, seorang pedagang di Pasar Godean.

"Membanggakan kedua orang tua merupakan impian terbesar saya yang senantiasa saya jadikan sebagai motivasi dalam belajar dan berkarya," kata Fani, Senin (5/12).

Ia mengaku sempat gagal masuk melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Namun dengan ikhtiar dan doa, Fani berhasil masuk melalui jalur Seleksi Mandiri.

"Saya yang di SMA pada jurusan IPA, harus berjuang melawan arus, berjuang menguasai Ilmu Sosial dalam waktu singkat demi bisa lolos menjadi mahasiswa PGSD FIP UNY," kenangnya.

 

Fani mengaku terbiasa menuliskan mimpi-mimpinya pada sebuah kertas yang tertempel di sudut ruang belajar. Fani bersyukur apa yang ia impikan satu persatu terwujud.

Warga Klebakan, Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo, DIY tersebut selama kuliah di PGSD UNY dikenal sebagai mahasiswa tekun, banyak membaca, dan banyak mencatat poin-poin penting yang didapat saat perkuliahan. Fani juga dikenal aktif mengerjakan tugas kuliah dengan maksimal.

Softskill juga dilatih dengan mengikuti organisasi dan beberapa kegiatan yang diadakan oleh beberapa organisasi mahasiswa yang ada di UNY Kampus Wates, salah satunya di UKKI Al-Mujaddid.

Ia mengatakan motivasi untuk terus belajar dan terus bekerja merupakan teladan dari orang tua yang diajarkan kepadanya. Fani memandang kedua orang tuanya tak pernah lelah menghidupi keluarga menyekolahkan dirinya setinggi-tingginya.

"Belajar untuk terjun di dunia pendidikan, belajar menjadi seorang guru SD yang baik, belajar melalui PPG maupun studi lanjut, dan lain sebagainya" ujar alumni SMAN 1 Pengasih tersebut.

Sang ibu, Hartini, bersyukur Fani bisa menyelesaikan pendidikannya di UNY dengan nilai terbaik. "Kami sebagai orang tua selalu memberikan dukungan penuh. Harapannya semoga Fani selalu rendah hati, menjadi orang yang bermanfaat, dan ilmu yang diperolehnya menjadi berkah" katanya.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement