Selasa 06 Dec 2022 21:53 WIB

Harga Komoditas Pokok di Kabupaten Semarang Terpantau Stabil

Hanya telur ayam ras yang mengalami lonjakan harga jual.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Penjual berbagai kebutuhan dapur tengah melayani pembeli di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Penjual berbagai kebutuhan dapur tengah melayani pembeli di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Harga komoditas pokok masyarakat di berbagai pasar tradisional yang ada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terpantau cukup stabil, hingga pekan pertama Desember 2022.

Tercatat, hanya ada beberapa komoditas pokok masyarakat yang telah mengalami kenaikan harga, namun masih dalam eskalasi normal pada  kisaran nominal kenaikan Rp 500 - Rp 1.000.

"Secara umum, laporan harian dari tim TPID menunjukkan situasi harga komoditas pokok cukup kondusif," ungkap Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (6/12).

Dari sekian jenis komoditas pokok masyarakat ini, jelasnya, hanya telur ayam ras yang dalam beberapa pekan terakhir terpantau sudah mengalami lonjakan harga di tingkat konsumen.

 

Berdasarkan laporan TPID, sampai dengan hari ini, harga telur ayam ras rata-rata mencapai Rp 30 ribu per kilogram di pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Semarang.

Pada 10 November 2022 lalu, harga telur ayam memang masih berada di kisaran Rp 25 ribu per kg, sebelum akhirnya merangkak naik mencapai Rp 30 ribu di awal Desember 2022 ini.

"Artinya harga telur ayam ras ini tidak mengalami kenaikan lagi meskipun masih bertahan di angka Rp 30 ribu per kg dalam tiga - empat hari terakhir," ungkap Ngesti Nugraha.

Di sisi lain, tambah bupati, harga komoditas pokok masyarakat di sejumlah pasar tradisional relatif stabil mulai dari beras, minyak goreng, daging ayam ras, gula pasir, bawang, cabai dan lainnya.

Jika ada kenaikan harga pada  komoditas tertentu yang hanya berkisar Rp 500 hingga Rp 1.000, masih dalam batas wajar dan masih terjangkau oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.

"Pemkab Semarang juga terus memonitor perkembangan di lapangan sampai 28 Desember 2022 mendatang, untuk memastikan komoditas pokok tetap ada dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali," tegas bupati.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement