Kamis 08 Dec 2022 13:42 WIB

Kolaborasi UNICEF, Dinkes DIY, Pramuka DIY Kejar Cakupan Imunisasi

Program imunisasi rutin di Indonesia akan bertambah beberapa vaksin baru.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq
Imunisasi (ilustrasi).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Imunisasi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus berupaya melengkapi capaian imunisasi. Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, mengatakan meski cakupan imunisasi di Yogyakarta sudah cukup baik, namun bukan berarti boleh lengah, apalagi program imunisasi rutin di Indonesia akan bertambah beberapa vaksin baru.

"Saya meminta peran dan kerja sama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di provinsi maupun kabupaten/kota turut mendukung Dinas Kesehatan provinsi, Dinas Kesehatan kabupaten, dan puskesmas dalam pelaksanaan introduksi vaksin baru dan imunisasi rutin lengkap," kata Pembajun, Kamis (8/12).

Adapun vaksin baru yang akan ditambahkan adalah HPV, PCV, dan Rotavirus, yang dapat mencegah penyakit kanker serviks, pneumonia/radang paru, dan diare akibat dari rotavirus. Ia menegaskan  program imunisasi bertujuan untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit-penyakit berbahaya.

Untuk itu ia juga meminta ayah, kakek, atau nenek juga ikut mendukung pemberian imunisasi kepada anak dan cucu sehingga menghindari risiko terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

 

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DI Yogyakarta, Kak GKR Mangkubumi menambahkan, sebagai bagian dari pengabdian masyarakat Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DI Yogyakarta, akan selalu memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi yang mereka butuhkan, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara sehat.

Koordinator Konsultan Imunisasi UNICEF Wilayah Jawa, Rusipah, menyampaikan dibutuhkan suatu upaya kolaboratif terintegrasi sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi.

"Belajar dari pengalaman pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahap 2 yang lalu dimana DI Yogyakarta mencapai cakupan imunisasi kejar untuk suntikan polio (IPV) sejumlah 92,17 persen dan untuk difteri, penta, tetanus, mencapai 96,68 persen, di mana hasil ini di atas target yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan, pembelajaran ini sangat baik dan perlu terus

dipertahankan", ujarnya.

Ia menambahkan, untuk itu UNICEF kerap berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan DI Yogyakarta dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DI Yogyakarta berkomitmen mendukung percepatan imunisasi rutin lengkap bagi anak-anak di DI Yogyakarta. Kolaborasi dilakukan dalam mensukseskan imunisasi rutin lengkap.

Tidak hanya itu kolaborasi juga mengajak Universitas Gadjah Mada, organisasi masyarakat, dan media. Peran media dinilai penting untuk memberikan informasi yang tepat kepada publik tentang manfaat dan pentingnya imunisasi rutin lengkap sebagaimana yang telah dilakukan di DI Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement