Senin 19 Dec 2022 12:42 WIB

Bangun Ekosistem Esports, Relawan Erick Thohir Gelar Coaching Clinic Mobile Legends

Genzet Jatim tidak hanya berfokus menggelar turnamen.

Gim Mobile Legends (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Gim Mobile Legends (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Relawan Erick Thohir yang tergabung dalam Generasi-Z Dukung Erick Thohir (Genzet) Jawa Timur menggelar turnamen esports Mobile Legends di Warkop Podongopi, Jemur Andayani, Surabaya, Sabtu (17/12/2022). Turnamen bertajuk Genzet Jatim Cup Esport 2022 itu diikuti puluhan peserta dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, bahkan ada yang datang dari Pasuruan, Magetan, Jombang, dan Pulau Madura.

Pada babak final, pertandingan mempertemukan dua tim, yakni Aeon dan No Brain. Dalam format best of three, Aeon berhasil menundukkan Nobrain dengan sekor 2-1. Mereka pun keluar sebagai juara Genzet Jatim Cup. “Atmosfer kompetisi sangat terasa sekali di ajang ini. Kami datang sebagai salah satu peserta yang tak diunggulkan tapi berhasil keluar sebagai pemenang,” kata Rendy Putra, ketua tim Aeon. 

Hal senada diungkapkan Icam, ketua tim No Brain. “Kami harus akui kami kehilangan fokus saat melawan Aeon. Kami respek dengan permainan Aeon. Kami harus akui mereka lebih baik, tapi akan kami balas dalam turnamen Genzet selanjutnya," kata Icam.

Sekjen Genzet Jatim Naufal Arsy mengatakan, pihaknya sengaja menggelar ajang turnamen esports sesuai arahan dari Menteri BUMN Erick Thohir untuk memperbanyak ajang kompetisi bagi para milenial dan gen-Z. "Kami fasilitasi teman-teman milenial dan gen-Z agar memiliki ajang untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan kualitas permainan mereka di bidang esports ini. Hal baik yang bisa kita syukuri dari kompetisi adalah ia memacu kita untuk menjadi lebih baik. Dan itu bagus buat milenial dan gen-Z seperti kami,” katanya.

 

Arsy berharap esports tidak hanya muncul sebagai tren. Pertumbuhan esport harus diikuti dengan pengembangan ekosistem yang berkelanjutan. Tujuannya, muncul talenta baru esport yang akan bisa menjadi tulang punggung prestasi olahraga elektronik Indonesia di ajang dunia. “Ada 90 juta pengguna Mobile Legend di dunia dan 34 juta di antaranya atau sepertiganya berasal dari Indonesia. Populasi super jumbo ini seharusnya membawa Indonesia sebagai negeri yang diperhitungkan di tataran Mobile Legend dunia,” katanya.

Genzet Jatim, kata Arsy, tidak hanya berfokus menggelar turnamen. “Fokus kami adalah ekosistem esports. Artinya, ini bukan soal satu atau dua event saja. Membangun ekosistem itu meliputi scouting atau pencarian bakat atlet, peningkatan kualitas permainan melalui workshop atau coaching clinic oleh pemain-pemain pro, juga program magang di tim esports yang sudah profesional. Ke depan, program-program ini akan kami integrasikan dengan visi Pak Erick Thohir,” katanya.

Arsy mengatakan, pertumbuhan esport di Indonesia begitu pesat. Bahkan, di tengah lesunya berbagai sektor ekonomi selama 2 tahun pandemi, esport adalah satu dari sedikit sektor yang justru terus mengalami pertumbuhan. “Data yang kami dapatkan, selama pandemi, esport tumbuh 4,47 persen. Pertumbuhan ini hanya bisa dikalahkan oleh subsektor televisi,” kata Arsy yang juga CEO di salah satu perusahaan swasta di Surabaya tersebut.

Genzet Jatim adalah organisasi relawan yang didirikan milenial dan generasi Z di Jawa Timur. Semua anggota relawan ini berusia di bawah 25 tahun. Arsy sendiri kini masih 20 tahun dan berkuliah di salah satu kampus negeri di Surabaya. Para relawan Genzet Jatim merasa sejalan dengan ide-ide Erick Thohir untuk memberi banyak ruang bagi anak muda untuk berkiprah di sektor publik. Termasuk membuka pintu bagi milenial untuk menjadi bagian dari direksi BUMN.

“Pak Erick Thohir mengatakan bahwa kaum muda tidak tersandera masa lalu. Anak muda juga tidak punya kepentingan dari orang-orang lama yang dulu berkuasa. Ide-ide tersebut yang ber-resonansi dalam benak kami para generasi Z dan membuat kami tergerak untuk bekerja mewujudkan visi Pak Erick Thohir,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement