Senin 19 Dec 2022 17:50 WIB

Agen Wisata Diminta Sosialisasikan Kerawanan Destinasi Wisata di DIY

Perlunya sosialisasi ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya korban.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Pengunjung berwisata di Candi Prambanan, Sleman, D.I Yogyakarta, Minggu (18/12/2022). Dinas Pariwisata Kab. Sleman mencatat hingga pertengahan Desember 2022, jumlah kunjungan wisata di wilayah Slemat tercatat lebih dari 6,5 juta orang, angka tersebut sudah melebihi target tahun ini yang ditargetkan sebanyak 6 juta kunjungan.
Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Pengunjung berwisata di Candi Prambanan, Sleman, D.I Yogyakarta, Minggu (18/12/2022). Dinas Pariwisata Kab. Sleman mencatat hingga pertengahan Desember 2022, jumlah kunjungan wisata di wilayah Slemat tercatat lebih dari 6,5 juta orang, angka tersebut sudah melebihi target tahun ini yang ditargetkan sebanyak 6 juta kunjungan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) DIY meminta agar agen wisata (travel agent) maupun pemandu wisata untuk menyosialisasikan kerawanan destinasi wisata yang ada di DIY kepada wisatawan. Sosialisasi ini perlu dilakukan mengingat DIY masuk dalam daerah rawan bencana dan sebagian destinasi wisatanya merupakan destinasi wisata alam.

"Travel agent atau tour agent yang membawa wisatawan di Yogyakarta juga menjelaskan tentang kerawanan-kerawanan destinasi. Misalnya kalau Pantai Parangtritis, ombaknya bagaimana, karakter pantainya bagaimana, dan sebagainya," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, Senin (19/12/2022).

Perlunya sosialisasi ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya korban saat wisatawan melakukan kegiatan wisata di DIY. Terlebih, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 nanti diperkirakan akan terjadi lonjakan wisatawan yang masuk ke DIY.

Terlebih, saat ini musim hujan masih melanda DIY dan potensi bencana hidrometeorologi juga menjadi ancaman. Pasalnya, dalam beberapa pekan terakhir terjadi tanah longsor di DIY, bahkan di kawasan menuju destinasi wisata, seperti di Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo.

Selain itu, ancaman gelombang tinggi juga dapat terjadi di kawasan Pantai Selatan DIY. "Kawasan-kawasan pariwisata itu kan sekarang kunjungannya (yang banyak) ada di kawasan yang menantang adrenalin. Seperti di puncak bukit, di lereng gunung, di pinggir pantai. Memang indah dan menarik, tapi di sisi lain ada risiko-risiko disana," ujar Biwara.

Sementara itu, Wakapolda DIY, Brigjen Pol R. Slamet Santoso juga mengatakan sebelumnya bahwa pengamanan akan dilakukan selama libur Nataru. Termasuk pengamanan di destinasi-destinasi wisata yang ada di DIY.

"Untuk Polda DIY sudah siap mengamankan, baik jalur wisatawan maupun event-event yang diselenggarakan, maupun keamanan lainnya. Ada beberapa potensi kerawanan lalu lintas, kerawanan kamtibmas, itu semua sudah kita antisipasi," kata Slamet.

Kawasan wisata yang berada di Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulonprogo menjadi perhatian selama libur Nataru. Pasalnya, di musim hujan saat ini, tiga kawasan tersebut berpotensi terjadinya bencana.

Pihaknya berkoordinasi dengan masing-masing pemerintah kabupaten untuk melakukan pengawasan selama libur Nataru. "Kita juga antisipasi tempat wisata, karena ini musim hujan. Kita antisipasi daerah-daerah wisata yang berpotensi adanya tanah longsor dan sebagainya. Ada tiga wilayah di DIY yakni Kulon Progo, Bantul dan Gunungkidul, kita antisipasi dengan seluruh instansi yang ada," ujar Slamet.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement