Senin 26 Dec 2022 18:04 WIB

Libur Nataru, Dinkes Bantul Siagakan RS dan Puskesmas

Dinkes juga menyiagakan layanan kesehatan melalui call center PSC.

Salah satu rumah sakit umum di wilayah Bantul, Yogyakarta.
Foto: rsunurhidayah.com
Salah satu rumah sakit umum di wilayah Bantul, Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiagakan rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat tiap kecamatan untuk melayani persoalan kesehatan masyarakat selama libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

"Kami akan suport untuk tim kesehatan di pos terpadu, kemudian baik rumah sakit dan puskesmas rawat inap kami siagakan," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Rahardjo di Bantul.

Menurut dia, rumah sakit milik pemerintah dan puskesmas dikoordinasikan siaga 24 jam untuk pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), termasuk kemungkinan penanganan kegawatdaruratan pasien akibat kecelakaan lalu lintas dan kejadian lainnya.

"Alhamdulillah kita di Bantul punya puskesmas di setiap kecamatan, total ada 16 puskesmas rawat inap, sehingga IGD tetap buka 24 jam untuk siaga, itu yang terkait kesiapsiagaan kesehatan," katanya.

Selain penanganan kegawatdaruratan, kata dia, tenaga medis atau bidan maupun dokter kandungan juga disiagakan untuk melayani ibu hamil yang akan melahirkan di rentang waktu liburan Natal hingga Tahun Baru.

"Termasuk di dalamnya kesiapsiagaan terkait dengan kelahiran, kami koordinasikan untuk mengatur jangan sampai kemudian semua pada cuti, dokter spesialis kebidanan, kandungan harus siaga untuk mengantisipasi kalau ada rujukan kelahiran pada saat itu," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, selama libur Natal dan Tahun Baru, Dinkes Bantul juga menyiagakan layanan kesehatan melalui call center PSC (public safety center) 119 Bantul guna merespon segala bentuk laporan terkait kesehatan.

"Kita juga di-backup dengan PSC 119 yang itu siaga tidak hanya Natal dan Tahun Baru, tiap hari siaga, tapi saat Nataru tentu lebih kita siagakan teman-teman supaya tidak ada respons yang terlambat," tegas dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement