Jumat 06 Jan 2023 22:17 WIB

Merger 4 BUMD Cilacap Pacu Kinerja Perusahaan Daerah

Pemkab Cilacap agar tidak mudah memberi penyertaan modal ke BUMD.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Ilustrasi Merger Perusahaan
Foto: Pixabay
Ilustrasi Merger Perusahaan

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP – Empat BUMD milik Pemkab Cilacap, yakni Perumda Kawasan Industri Cilacap (KIC), Perumda Cahaya Husada, Perusda Percetakan Grafika Indah, dan Perusahaan Daerah Serba Usaha resmi bergabung dalam satu badan hukum, PT Cilacap Segara Artha (Perseroda).

Langkah ini diambil sebagai bentuk efisiensi serta perbaikan tata kelola perusahaan daerah yang dinilai berkinerja rendah. Perumda Cahaya Husada sebelumnya merupakan perusahaan di bidang obat dan alat kesehatan. Sedangkan Perusahaan Daerah Serba Usaha bergerak di bidang perdagangan.

Adapun Perusda Percetakan Grafika Indah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Sayangnya, tiga perusahaan milik daerah tersebut dinilai ‘sakit’ dan belum dapat memberikan kontribusi optimal terhadap keuangan daerah.

Sebaliknya, KIC sejauh ini dinilai memiliki bisnis yang sehat dan prospektif, serta memiliki neraca keuangan yang baik. Dengan penggabungan ini, diharapkan sektor-sektor bisnis yang sebelumnya ditangani tiga perusahaan daerah itu dapat dikelola dengan baik.

 

Penetapan dilakukan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Kantor DPRD Cilacap, Jumat (6/1/2023). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Cilacap Saiful Musta’in. Turut hadir Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat bersama Wakil Ketua Sindi Syakir dan Purwati.

Hadir pula Pj Bupati Yunita Dyah Suminar bersama Sekda Awaluddin Muuri, dan para kepala OPD dan pejabat struktural di jajaran Pemkab Cilacap. Selain menggabungkan empat BUMD, Rapat Paripurna juga menetapkan Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Wijaya Cilacap menjadi Peraturan Daerah.

PT Cilacap Segara Artha (Perseroda) dibentuk sebagai upaya efisiensi dan perbaikan tata kelola perusahaan. Sejumlah fraksi DPRD sepakat untuk perumda yang prospektif seperti KIC layak untuk mendapatkan dukungan lebih dalam mengembangkan usahanya.

Sedangkan untuk tiga perusahaan lain yang dinilai berkinerja rendah dapat dimerger atau digabungkan menjadi satu perusda. Fraksi-fraksi juga meminta Pemkab Cilacap tidak mudah memberikan penyertaan modal kepada BUMD, terutama ketika pengelolaannya tidak menunjukkan progres yang baik.

Pj Bupati Yunita Dyah Suminar berharap, PT Cilacap Segara Artha (Perseroda) tumbuh menjadi BUMD yang berkinerja baik. Sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Untuk itu kami memandang perlu adanya regulasi sebagai landasan perseroan daerah dalam mengembangkan usahanya yang ditetapkan dengan peraturan daerah,” jelasnya.

Terkait Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Wijaya Cilacap, diharapkan menjadi penyeimbang kekuatan pasar. Serta memberikan kontribusi dalam peningkatan PAD, sehingga peran BUMD lebih dirasakan masyarakat.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement