Ahad 08 Jan 2023 17:43 WIB

Meski PPKM Dicabut, Warga Tetap Diminta Aktif Akses Booster

Kasus terkonfirmasi positif di DIY masih terjadi tiap harinya.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 booster di Klinik Mediska Yogyakarta.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 booster di Klinik Mediska Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Kesehatan menyebut tetap menggencarkan vaksinasi Covid-19 meski PPKM sudah dicabut pemerintah pusat. Terutama vaksinasi dosis ketiga atau booster pertama.

Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan, vaksinasi booster digencarkan mengingat saat ini capaiannya masih di bawah 50 persen. Untuk itu, warga yang belum mendapatkan booster diminta untuk aktif dengan segera mengakses layanan booster.

Terlebih, saat ini layanan booster sudah tersedia di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), termasuk puskesmas. "Capaian di DIY untuk dosis booster (pertama) kita baru 45,63 persen," kata Pembajun kepada Republika.

Sementara itu, booster kedua juga sudah dilakukan di DIY untuk masyarakat umum, yakni dengan prioritas saat ini lansia. Ia menyebut, capaian booster kedua bagi lansia masih rendah yakni 2,35 persen atau baru sekitar 11 ribu lansia yang mendapatkan booster kedua.

 

Untuk booster pertama lansia, sudah di angka 40,41 persen. "Maka kita akan mulai lagi, kita mengimbau fasyankes di kabupaten/kota untuk segera melakukan booster lagi. Karena memang lansia menjadi skala prioritas kita, dan juga disabilitas," jelasnya.

Tidak hanya itu, 3T (testing, tracing, dan treatment) juga terus diperkuat. Meski PPKM sudah dicabut, penambahan kasus terkonfirmasi positif di DIY masih terjadi tiap harinya, namun sudah landai dan penambahan per harinya rata-rata sudah di bawah 10 kasus.

"Masker juga harus tetap dipakai pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya mulai batuk-batuk, pilek, pakailah masker. Di tempat ramai atau bepergian pakailah masker, pulang dari tugas juga cuci tangan. PHBS harus tetap jalan," tambah Pembajun.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani juga mengatakan, pemkot terus siap siaga dalam upaya pengendalian dan penanggulangan Covid-19 meski PPKM sudah dicabut. Rumah sakit, puskesmas, dan shelter isolasi mandiri di Rusunawa Bener juga tetap dioperasikan untuk penanganan Covid-19.

Terkait dengan capaian vaksinasi booster kedua yang menyasar tenaga kesehatan dan lansia di Kota Yogyakarta, sudah mencapai 24 persen. Emma menyebut, layanan vaksin booster dosis kedua bisa diakses oleh lansia di seluruh rumah sakit dan puskesmas.

"Vaksin booster dosis kedua untuk lansia syaratnya adalah sudah mendapat vaksin Covid-19 booster dosis pertama minimal enam bulan sebelumnya, berusia di atas 60 tahun, dan dalam kondisi sehat," kata Emma.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement