Ahad 08 Jan 2023 18:37 WIB

Banyak Pengendara Melintas di CFD Juanda Solo, Dishub Bakal Evaluasi

Adanya pengendara sepeda motor bisa membahayakan pejalan kaki.

Rep: c02/ Red: Yusuf Assidiq
Suasana CFD Jalan Juanda Solo, Jawa Tengah.
Foto: Muhammad Noor Alfian
Suasana CFD Jalan Juanda Solo, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO –- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo bakal melakukan evaluasi mengenai masih adanya kendaraan yang melaju di pembukaan pertama kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Juanda, Solo, Jawa Tengah, Ahad (8/1/2023).

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo mengatakan, masih banyaknya pengendara yang melintasi Jalan Juanda karena banyak yang akan menyeberang. Menurutnya, hal itu sama ketika CFD Slamet Riyadi dibuka pertama kalinya.

"Banyak yang nyeberang menjadi evaluasi kita. Dulu CFD Slamet Riyadi pertama masih do ngeyel (pada nekat), nggak apa-apa nanti kita evaluasi, kita evaluasi bareng-bareng," kata Ari saat dihubungi, Ahad (8/1/2023).

Menurut Ari, salah satu alasan kenapa masih ada pengendara sepeda motor karena informasi soal CFD Juanda terbilang anyar. Pihaknya pun sudah memasang barier atau pembatas jalan, namun memang masyarakat perlu edukasi juga penambahan personel di lapangan untuk mengarahkan.

"Iya, ya untuk hari pertama udah biasa. Masalahnya hari pertama informasinya baru sejam. Sebenarnya sudah dipasang (barier), masyarakatnya yang pertama perlu kita edukasi lagi, kedua masyarakat yang ingin melintas yang kita edukasi. Mungkin penguatan personil juga, kita edukasi," terangnya.

Kendati demikian, sejauh ini Ari mengaku penyelenggara CFD di Jalan Juanda terbilang sukses. Beberapa kegiatan yang dilakukan di sana dapat berjalan lancar. "Tadi juga ada event-event yang kita pindah ke Jalan Juanda, salah satunya senam," ujar dia.

Sementara itu, salah seorang warga, Watik (60) menilai, adanya pengendara sepeda motor bisa membahayakan pejalan kaki. Pasalnya pengunjung CFD kebanyakan adalah keluarga yang membawa anak-anak.

"Seharusnya disetop, soalnya kalau gini bahaya kalau terjadi sesuatu kan kita semua yang rugi, seharusnya kalau pas CFD disetop total jadi kita happy yang jalan-jalan enak ada anak kecil ada ibu-ibu yang sudah tua gini enak," katanya.

Sekadar informasi, CFD di Jalan Juanda sempat vakum selama Covid-19. Namun setelah vakum dua tahun, akhirnya CFD Juanda kembali digelar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement