Rabu 18 Jan 2023 15:43 WIB

Psikolog : Permainan Lato-lato Asah Motorik Anak

Diperlukan peran orang tua dalam mengedukasi anak saat bermain lato-lato.

Penjualan mainan lato-lato.
Foto: Yusuf Assidiq
Penjualan mainan lato-lato.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Psikolog klinis anak yang juga merupakan dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Efriyani Djuwita mengatakan, permainan lato-lato dapat menimbulkan emosi positif dan memacu diri untuk menguasainya.

"Tren di masyarakat mengenai permainan ini, mampu menambah rasa penasaran dan ingin mencoba, sehingga pada akhirnya banyak kita jumpai anak-anak memainkan lato-lato di mana-mana," ujar Efriyani dalam keterangannya.

Lebih dari sekadar permainan, menurut Efriyani, lato-lato ini dapat menimbulkan emosi positif bagi seseorang terlebih pada anak-anak, seperti emosi senang, karena merasa berhasil dan bangga mampu melakukannya. Hal ini menjadi salah satu emosi positif yang mungkin dirasakan anak saat berhasil memainkan lato-lato.

"Permainan ini melibatkan keterampilan motorik dan fisik, maka anak dapat terlatih dalam aspek perkembangan tersebut. Dalam permainan ini, kontrol gerakan motorik tangan juga berperan sehingga gerakan lato-latonya bisa berhasil," katanya.

 

Jika dilihat lebih lanjut, dari aspek sosial, kegiatan bermain ini sedang marak dimainkan oleh semua orang, maka bisa menjadi suatu media yang dapat membantu interaksi sosial anak, seperti dengan cara bermain bersama. Selain itu, sense kompetisi juga dapat tumbuh pada anak.

Menurut dia, meskipun lato-lato merupakan permainan sederhana, perlu diperhatikan kesesuaiannya dengan usia anak. Untuk itu, diperlukan peran orang tua dalam mengedukasi dan mendampingi mereka saat bermain lato-lato.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah material mainan tersebut karena belum lama ini terdapat kasus anak yang harus dioperasi matanya akibat terkena pecahan lato-lato. Oleh karena itu, perlu menyeleksi dulu apakah alat permainan ini sesuai dan cocok untuk anaknya.

Ketika orang tua sudah tahu mana permainan yang aman dan cocok untuk anaknya, orang tua bisa memberikan contoh bagaimana memainkannya terlebih dahulu jika anak memang mengalami kesulitan memainkannya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement