Kamis 26 Jan 2023 18:29 WIB

Venna Melinda Serahkan Bukti Tambahan Kasus KDRT Ferry Irawan

Di antaranya adalah rekam medis mengenai luka di bagian hidung dan rusuk Venna.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Venna Melinda kembali mendatangi Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan tambahan terkait dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, Ferry Irawan, Kamis (26/1/2023).
Foto: Republika/Dadang Kurnia
Venna Melinda kembali mendatangi Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan tambahan terkait dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, Ferry Irawan, Kamis (26/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Venna Melinda kembali mendatangi Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan tambahan terkait dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, Ferry Irawan. Venna memenuhi panggilan tersebut dengan didampingi pengacaranya, Hotman Paris Hutapea.

Hotman menjelaskan, kedatangan kliennya dimaksudkan untuk menyerahkan beberapa bukti terkait dengan perkara KDRT yang menjerat Ferry Irawan. Di antaranya adalah rekam medis mengenai luka di bagian hidung dan rusuk Venna Melinda, yang disebut hingga kini masih terasa sakit.

"Saya dengan Venna datang untuk beberapa hal. Venna akan menyerahkan semua bukti medis, baik mengenai keadaan hidung saat itu maupun rusuknya yang sampai sekarang terasa sakit itu," kata Hotman, Kamis (26/1/2023).

Selain menyerahkan bukti medis, Hotman mengungkapkan kliennya juga membawa file video podcast yang berisi permintaan maaf Ferry. Video yang dijadikan bukti itu akan diserahkan pada penyidik Ditreskrimum Polda Jatim.

 

Penyerahan bukti video tersebut diakuinya berkaitan dengan ancaman yang dilontarkan pihak Ferry Irawan apabila Venna tidak mau berdamai. Ancaman dimaksud disebut-sebut terkait dengan kasus yang terjadi di Bogor. Hotman pun menyangkal Ferry terkait hal tersebut.

"Sehubungan adanya melalui medsos ancaman psy war "kalau ga mau damai saya bongkar kasus di Bogor". Gak ada kasus Bogor, kalau ada buktikan. Pantas gak seorang ayah yang mau damai tapi mau coba kaitkan alasan kasus itu ada atau tidak terkait anak tirinya. Buktikan kalau bohong kita LP (laporan polisi) kan," kata Hotman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement