Jumat 10 Feb 2023 14:59 WIB

Puting Beliung Landa Cilacap, Ratusan Bangunan Terdampak

Seorang warga Dusun Banjursari mengalami luka ringan di bagian kepala.

Sejumlah bangunan terdampak bencana angin puting beliung (ilustrasi)
Foto: Dok. Damkar Pos Malangbong
Sejumlah bangunan terdampak bencana angin puting beliung (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Sebanyak 118 bangunan mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang menerjang Desa Bringkeng dan Ujungmanik Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (9/2/2023) petang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Cilacap Wijonardi mengatakan angin puting beliung itu terjadi saat wilayah Desa Bringkeng dan Ujungmanik, Kecamaatan Kawunganten, diguyur hujan lebat selama 40 menit pada Kamis (9/2) pukul 16.00 WIB.

Selain menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan fasilitas umum, kata dia, angin puting beliung tersebut juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga di dua desa itu.

Menurut dia, kejadian tersebut mengakibatkan seorang warga Dusun Banjursari, Desa Ujungmanik, Ngadiyo (60), mengalami luka ringan pada kepala karena tertimpa reruntuhan rumah. "Sehingga harus menjalani perawatan di Puskesmas Kawunganten dan sekarang sudah pulang ke rumah," ujarnya, Jumat (10/2/2023).

Lebih lanjut Wijonardi mengatakan berdasarkan asesmen, angin puting beliung yang menerjang Dusun Banjursari dan Kaliyasa, Desa Ujungmanik, mengakibatkan 91 rumah warga dan dua fasilitas umum mengalami kerusakan.

Sedangkan di Dusun Sidaurip dan Sumbereja, Desa Bringkeng, menyebabkan 15 rumah warga mengalami kerusakan. "Dari data sementara, total kerugian material akibat bencana angin puting beliung di dua desa tersebut diperkirakan mencapai Rp 128.050.000," katanya.

Terkait dengan kejadian tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kawunganten, BPBD, perangkat desa, dan warga setempat, telah bekerja bakti menyingkirkan reruntuhan bangunan maupun pepohonan yang tumbang akibat angin puting beliung.

Selain itu, kata dia, petugas juga memberikan motivasi kepada pemilik rumah yang terdampak bencana angin puting beliung. "Hari ini (10/2) juga dilakukan kerja bakti terhadap rumah-rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Desa Ujungmanik," tegas Wijonardi.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga 12 Februari 2023 di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Cilacap dan sekitarnya.

Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seiring dengan adanya potensi cuaca ekstrem tersebut. "Bencana hidrometeorologi itu diantaranya banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung," jelasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement