Selasa 14 Feb 2023 15:41 WIB

Pengamat: Keberhasilan Food Estate Kementan tidak Instan

Food Estate merupakan pekerjaan yang membutuhkan ragam unsur pendukung.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Program Food Estate (ilustrasi)
Foto: Kementan
Program Food Estate (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengamat Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Sujarwo menilai, keberhasilan program Food Estate belum bisa dirasakan dalam waktu dekat. Food Estate merupakan salah satu Program Strategis Nasional untuk membangun lumbung pangan nasional pada lahan seluas 165 ribu hektare, dimana pada 2020 telah dikerjakan seluas 30 ribu hektare sebagai model percontohan penerapan teknologi pertanian 4.0.

Sujarwo mengatakan, Food Estate merupakan pekerjaan yang membutuhkan ragam unsur pendukung. Seperti kejelasan kepemilikan lahan, sumber daya manusia yang memadai, pasar yang menjadi target bisnis secara profesional dan berkelanjutan, serta harus bertujuan menyejahterakan para petani.

"Idealnya kepemilikan kolektif dengan prinsip dasar pengelolaan seperti koperasi modern yang dulu diidam-idamkan Bung Hatta, yaitu karakter ekonomi kolektif dengan asas kekeluargaan. SDM yang menopang unit bisnisnya pun harus profesional berkelanjutan," kata Sujarwo, Selasa (14/2/2023).

Sujarwo melanjutkan, jika seluruh unsur tersebut terpenuhi dengan baik, program Food Estate bisa berjalan sesuai harapan, yakni sebagai lumbung pangan nasional. Namun, kata dia, tetap saja keberhasilannya belum bisa dirasakan dalam waktu dekat.

"Tidak instan. Diharapkan tahun 2027 muncul kekuatan ekonomi modern kerakyatan berbasis pertanian yang memiliki kapasitas adopsi teknologi dan efisiensi," ujarnya.

Program ini, kata Sujarwo, dapat menjadi exit strategy untuk menghasilkan pembangunan pertanian yang benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan menguatkan fundamental ekonomi bangsa melalui kekuatan rakyat dan investasi. Sujarwo pun menyoroti program Food Estate yang dirasanya masih sangat bergantung pada dukungan pendanaan dari pemerintah.

Ia juga menyoroti minimnya kontribusi petani dalam menopang berdirinya Food Estate ini. "Food estate harus dinilai dari siapa yang memiliki kesadaran tinggi untuk berlembaga dan motivasi untuk meningkatan kesejahteraan petani. Artinya, sumber daya para petani harus dibenahi untuk dapat menopang Food Estate itu sendiri," ujarnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement