Sabtu 18 Feb 2023 05:16 WIB

Kericuhan di Luar Stadion Jatidiri Sempat Hentikan Pertandingan PSIS Vs Persis

Asap gas air mata yang dimuntahkan polisi sempat masuk ke dalam stadion.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi
Personel Sat-Brimob Polda Jateng berupaya menghalau sejumlah oknum suporter PSIS Semarang yang memaksa masuk ke area Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/2/2023). Meskipun pertandingan lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara PSIS Semarang melawan Persis Solo telah diumumkan tanpa penonton serta akan ada pengembalian tiket (refund) dari panitia penyelenggara, namun sejumlah suporter memaksa masuk ke area stadion tersebut yang sempat memicu kericuhan.
Foto: Antara/Aji Styawan
Personel Sat-Brimob Polda Jateng berupaya menghalau sejumlah oknum suporter PSIS Semarang yang memaksa masuk ke area Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/2/2023). Meskipun pertandingan lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara PSIS Semarang melawan Persis Solo telah diumumkan tanpa penonton serta akan ada pengembalian tiket (refund) dari panitia penyelenggara, namun sejumlah suporter memaksa masuk ke area stadion tersebut yang sempat memicu kericuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Buntut kericuhan yang terjadi di luar pagar stadion Jatidiri, Kota Semarang saat digelar laga PSIS kontra Persis tanpa penonton juga berdampak pada pertandingan di dalam stadion.

Hal itu dikarenakan asap gas air mata yang dimuntahkan polisi untuk menghalau suporter yang mulai brutal diduga sempat masuk ke dalam stadion, akibat terbawa hembusan angin.

Hal ini mengakibatkan wasit Sigit Budiyanto, yang memimpin jalannya laga Derby Jawa Tengah ini terpaksa menghentikan pertandingan pada menit ke-74 paruh kedua waktu normal.

Sang pengadil pertandingan kembali meniup peluit tanda pertandingan dilanjutkan 5 menit kemudian setelah situasi dalam stadion aman dari dampak gas air mata, hingga laga antara tuan rumah PSIS Semarang melawan tamunya Persis Solo ini berkesudahan 1-1.

 

Terkait dengan kehadiran para pendukung PSIS di stadion jatidiri, Plt Panpel Pertandingan, Pujianto mengungkapkan, bahwa pertandingan tanpa penonton ini telah disepakati dalam koordinasi, baik dengan pendukung Persis Solo maupun stakeholder pemangku kepentingan pengamanan.

Hal ini mempertimbangkan faktor-faktor keamanan. Terlebih sebelumnya ada keinginan suporter Solo yang akan datang ke Semarang, walaupun jumlahnya ditentukan sangat terbatas dengan  menggunakan sepeda motor.

Alasannya tidak ada bus yang mau disewa untuk mengantar suporter Solo ke Semarang. Sehingga dalam rapat koordinasi terakhir dengan kepolisian diputuskan pertandingan tetap dilaksanakan tanpa kehadiran pendukung Persis Solo dengan catatan pendukung PSIS Semarang juga tidak hadir ke stadion. "Artinya, telah disepakati  pertandingan   dilaksanakan tanpa penonton," jelasnya.

Sebelumnya, pertandingan antara tuan rumah PSIS Semarang melawan Persis Solo yang digelar di Stadion jatidiri, Kota Semarang diwarnai kericuhan antara aparat kepolisian dengan pendukung PSIS yang memaksa ingin masuk ke dalam stadion.

Kericuhan pecah setelah ribuan pendukung PSIS yang kecewa mulai melakukan pelemparan kepada petugas keamanan. Hingga aparat kepolisian harus menghalau dengan menembakkan gas air mata.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement