Sabtu 18 Feb 2023 10:56 WIB

Banjir Solo, Satu Orang Meninggal di Pengungsian

Enny membantah penyebab sang pengungsi meninggal lantaran terdampak banjir.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Fernan Rahadi
Warga mengungsi ke sebuah sekolah saat banjir di Kampung Joyotakan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/2/2023). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo sebanyak 21.846 jiwa dari 15 Kelurahan di Kota Solo terdampak banjir akibat meluapnya sejumlah anak sungai Bengawan Solo.
Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Warga mengungsi ke sebuah sekolah saat banjir di Kampung Joyotakan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/2/2023). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo sebanyak 21.846 jiwa dari 15 Kelurahan di Kota Solo terdampak banjir akibat meluapnya sejumlah anak sungai Bengawan Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Seorang warga terdampak banjir di Kota Solo meninggal dunia di pengungsian Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Lurah Kedung Lumbu, Enny Susilowati membenarkan terdapat seorang pengungsi banjir bernama Thamrin (85) warga RT 1 RW 1 Kelurahan Kedung Lumbu yang meninggal di tempat pengungsian lantaran usia senja. 

"Kondisinya beliau sudah sepuh banget (tua sekali-Red). Beliau meninggal pas Maghrib kemarin sekitar pukul 18.00 WIB lebih sedikit. Sorenya itu, saya sudah kontrol. Beliau ini saya tanya keluarga bapaknya gimana," kata Enny, Sabtu (18/2/2023).

Enny mengatakan begitu mendapatkan kabar tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Puskesmas setempat. "Itu langsung telepon pak camat, Puskesmas. Kemudian dokternya langsung ke sini juga gerak cepat kan semua siaga," katanya. 

Ketika ditanya apakah pengungsi meninggal lantaran terdampak banjir, Enny membantah. Ia menyebut penyebabnya meninggalnya pengungsi tersebut lantaran kondisi fisik yang menurun karena usia sudah lanjut. Ia juga menyebut jenazah akan dimakamkan di TPU Danyung, Grogol, Sukoharjo. "(Meninggal karena kebanjiran?) Endak, jadi ya gerah sepuh (sakit tua-Red)," katanya. 

Enny mengatakan bahwa di posko pengungsian yang bertempat di kantor kelurahan tersebut terdapat dua pengungsi dengan usia lanjut. Sejak awal mengungsi Enny mengatakan sudah memantau keadaan dua warganya yang berusia senja tersebut. 

"Saya itu selalu melaporkan jumlahnya pengungsi berapa, yang berusia lanjut berapa. Kalau di sini dua. Tadi yang satu lagi tak suruh pulang sore," katanya. 

Selain itu, Enny menjelaskan bahwa banjir sudah surut sekitar Jumat (17/2/2023) kemarin pukul 18.00 WIB. Namun, ia mengatakan bersih dari pengungsi baru Sabtu pagi tadi pukul 06.00 WIB. 

"Kalau di sini 100, di gereja Sangkrah 100, di Loji Wetan ada 80, dan di Masjid Muslikin ada 75. Warga pulang ada yang tadi malem soalnya airnya sudah semata kaki, mereka bersih-bersih tapi baru gak ada pengungsi ya baru tadi pagi," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement