Sabtu 18 Feb 2023 15:37 WIB

Buntut Kerusuhan Jatidiri, CEO PSIS Ajak Diskusi Suporter dan Polisi

Yoyok mengungkapkan permintaan maaf kepada masyarakat Kota Semarang.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Fernan Rahadi
Personel Sat-Brimob Polda Jateng berupaya menghalau sejumlah oknum suporter PSIS Semarang yang memaksa masuk ke area Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/2/2023). Meskipun pertandingan lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara PSIS Semarang melawan Persis Solo telah diumumkan tanpa penonton serta akan ada pengembalian tiket (refund) dari panitia penyelenggara, namun sejumlah suporter memaksa masuk ke area stadion tersebut yang sempat memicu kericuhan.
Foto: Antara/Aji Styawan
Personel Sat-Brimob Polda Jateng berupaya menghalau sejumlah oknum suporter PSIS Semarang yang memaksa masuk ke area Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/2/2023). Meskipun pertandingan lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara PSIS Semarang melawan Persis Solo telah diumumkan tanpa penonton serta akan ada pengembalian tiket (refund) dari panitia penyelenggara, namun sejumlah suporter memaksa masuk ke area stadion tersebut yang sempat memicu kericuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan pihak manajemen akan mengevaluasi serta berdiskusi dengan pihak terkait agar kerusuhan yang terjadi di depan pintu Semeru Stadion Jatidiri, Kota Semarang pada Jumat (17/2/2023) lalu tersebut tidak terulang kembali. 

"Pastinya ada evaluasi serta kami juga akan diskusi dengan pihak terkait seperti dengan kepolisian, organisasi resmi suporter baik Panser Biru dan Snex," kata Yoyok Sukawi melalui keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (18/2/2023).

Yoyok juga mengungkapkan permintaan maafnya terkhusus kepada masyarakat Kota Semarang yang terganggu akibat kejadian saat laga Derby Jawa tengah antara PSIS dengan Persis Solo tersebut. "Pertama saya menyampaikan maaf kepada masyarakat Kota Semarang yang kemarin terganggu akibat peristiwa tersebut," katanya.

Kendati kemarin situasi sempat memanas, Yoyok mengatakan situasi saat ini sudah mendingin. "Situasi memang sempat panas, namun situasi perlahan kondusif dengan teman-teman suporter kembali ke rumah masing masing. Tak lupa juga terima kasih kepada Polrestabes Semarang dan seluruh perwakilan suporter yang bersama-sama menenangkan teman-teman yang memaksa masuk," katanya.

 

Selain itu, berkaca dari kejadian kemarin Yoyok mengajak semua pihak agar terus berusaha menjaga citra positif Kota Semarang sebagai kota yang damai dan tidak memiliki musuh. Khususnya ketika laga kandang berlangsung, sehingga membuat semua elemen sepak bola yang terlibat merasa nyaman dan aman ketika menikmati pertandingan.

"Ayo sama-sama jaga Kota Semarang, ayo sama-sama jaga nama baik PSIS. Buat situasi di sini kondusif dan pertandingan dapat digelar lagi dengan nyaman, aman, serta dapat ditonton siapa pun termasuk wanita dan anak-anak," kata Yoyok.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement