Senin 20 Feb 2023 18:52 WIB

Arca Peninggalan Kerajaan Singasari Hilang Dicuri

Percobaan pencurian arca berbahan batu andesit ini sudah kali ketiga.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Arca Batara Guru di Candi Ganter, Ngantang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim) dilaporkan hilang. Benda peninggalan kerajaan Singasari tersebut diduga telah dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab pada Senin (20/2/2023) dini hari.
Foto: Juru Pelihara Cagar Budaya Malang Raya
Arca Batara Guru di Candi Ganter, Ngantang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim) dilaporkan hilang. Benda peninggalan kerajaan Singasari tersebut diduga telah dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab pada Senin (20/2/2023) dini hari.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Arca Batara Guru di Candi Ganter, Ngantang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dilaporkan hilang. Benda peninggalan kerajaan Singasari tersebut diduga telah dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab pada Senin (20/2/2023) pukul 02.30 WIB.

Koordinator Juru Pelihara Cagar Budaya Malang Raya, Imam Pinarko menyatakan, masyarakat sekitar arca sebenarnya sempat mendengar suara mobil pada waktu kejadian. Namun mereka tidak mengira bahwa mobil tersebut datang untuk mengambil arca. Warga sekitar baru tahu hilangnya arca tersebut pada pagi harinya.

Menurut Imam, Kamituwo setempat biasanya memiliki kebiasaan untuk memeriksa arca Batara Guru setiap pagi hari. "Terus kok pas dilihat tinggal (patung tidak ada di posisi). Kemudian langsung lapor ke kepolisian," ucap Imam saat dihubungi wartawan, Senin sore.

Selain itu, warga sekitar juga menemukan terdapat jejak kaki di sekitar lokasi arca. Hal ini menguatkan dugaan bahwa arca tersebut telah dicuri dengan cara dipikul. Kemudian arca tersebut dibawa ke mobil pikap yang diparkir tidak jauh dari lokasi.

 

Imam tidak menampik arca yang berada di punden ini tidak memiliki penjaga sama sekali. Hal ini karena keterbatasan tenaga resmi, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Apalagi lokasi arca dan benda peninggalan lainnya berada di tempat yang terpisah-pisah.

Adapun arca yang dicuri ini memiliki ketinggian sekitar 160 sampai 170 sentimeter. "Setinggi manusia, sama seperti kita. Kalau kita berdiri hampir sama," jelasnya.

Menurut Imam, percobaan pencurian arca berbahan batu andesit ini bukan pertama kali terjadi. Berdasarkan cerita masyarakat, aksi pencurian pertama gagal karena pelakunya meninggal di kubangan air. Lalu kasus pencurian kedua gagal karena mobilnya terperosok hingga menyebabkan arca patah. 

Namun sayangnya, aksi pencurian ketiga ini berhasil dilakukan. Dia berharap keberadaan arca tersebut dapat ditemukan secepat mungkin. Apalagi kasus ini sudah dilaporkan dan dikoordinasikan dengan berbagai pihak yang berwenang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement