Kamis 23 Feb 2023 09:06 WIB

Badan Pangan Nasional : Panen Raya Bakal Turunkan Harga Beras

Harga beras di tingkat konsumen terpantau masih tinggi.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Buruh tani memanen padi di areal persawahan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Foto: ANTARA/Syaiful Arief
Buruh tani memanen padi di areal persawahan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Memasuki masa panen raya padi di berbagai daerah pada Maret 2023 nanti, Badan Pangan Nasional memperkirakan harga beras di tingkat konsumen bakal terkoreksi menurun.

Hingga Februari 2023 ini, harga beras di tingkat konsumen terpantau masih tinggi, hingga pemerintah menggelontorkan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

Langkah ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dapat mengakses beras medium dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Namun seiring dengan banyaknya pasokan pada saat panen raya, harga beras akan terkoreksi,” ungkap Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, di sela kegiatan di Semarang, Jawa Tengah.

Pada saat itulah, Badan Pangan Nasional, Bulog bersama pemerintah menjaga agar petani tidak merugi, hasil panen mereka dijual di bawah harga acuan atau Harga Pokok Penjualan (HPP) pemerintah terendah.

“Di sinilah fungsinya pemerintah menjaga agar petani tidak sangat dirugikan karena harga gabah yang jatuh pada masa panen raya,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah menetapkan harga batas atas pembelian gabah dan beras menjelang panen raya Maret 2023 nanti, dengan besaran persentase kenaikan mencapai 8 hingga 9 persen.

Di mana harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp 4.550 per kilogram, GKP di tingkat penggilingan Rp 4.650 per kg, Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp 5.700 per kg, serta beras medium di gudang Bulog Rp 9.000 per kg.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement