Sabtu 25 Feb 2023 16:58 WIB

Usut Arca Hilang di Candi Ganter, Polisi Cari Rekaman CCTV

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di Candi Ganter.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
Arca di Candi Ganter, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Foto: Dok.Juru Pelihara Cagar Budaya Malang Raya
Arca di Candi Ganter, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Jajaran Polres Batu mengusut kasus hilangnya arca Siwa di Candi Ganter, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam mengusut kasus itu, polisi melakukan pencarian kamera CCTV.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu AKP Yussi Purwanto menjelaskan, pencarian kamera CCTV itu dilakukan di sejumlah titik, baik di sekitar lokasi kejadian maupun jalan yang diduga dilalui orang yang mengambil arca.

“Kita masih mencari CCTV,” kata dia, saat dikonfirmasi di Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (24/2/2023).

Arca di Candi Ganter diduga telah dicuri pada Senin (20/2/2023). Yussi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di kawasan hutan petak 11 A Dusun Ganten, Desa Tulungrejo.

 

Selain itu, polisi meminta keterangan dari sejumlah orang. 

Arca Siwa yang hilang tersebut memiliki tinggi kurang lebih 1,5 meter dan lebar satu meter. Adapun beratnya diperkirakan 300 kilogram.

Melihat ukuran dan berat arca tersebut, Yussi memperkirakan ada lebih dari satu orang yang terlibat pencurian. “Disinyalir pelaku lebih dari satu orang karena arca tersebut berat. Jika diangkat sendiri, pasti akan kesulitan,” kata Yussi.

Menurut Yussi, petugas sudah mengamankan barang bukti berupa selimut, yang diduga digunakan pelaku saat melakukan aksi pencurian arca tersebut.

Ia mengatakan, Polres Batu akan terus berupaya melakukan pengusutan hilangnya arca di Candi Ganter. “Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku,” kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement