Senin 27 Feb 2023 11:34 WIB

Gempa Turki, Muhammadiyah Kontribusikan Bantuan dari Logistik Hingga Penerjemah 

Laporan PCIM Turki, diketahui bahwa kondisi lokasi kejadian sangat memprihatinkan.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Logo Muhammadiyah.
Foto: Antara
Logo Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- PP Muhammadiyah berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa di Turki dan Suriah. Hal ini dilakukan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah, LAZISMU, Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Turki, serta lainnya.

Perwakilan PCIM Turki, Dinil menceritakan bagaimana dia dan teman-teman PCIM serta PCIA dapat memberikan bantuan kepada para korban gempa di Turki. Pada dasarnya, Dinil saat mendengar kabar gempa masih berada di Istanbul. "Lalu kita kontak teman-teman PCIM di daerah yang terdampak," kata Dinil dalam kegiatan Konferensi Pers (Konpers) Tim EMT Muhammadiyah dan PP Muhammadiyah secara daring, Ahad (26/2/2023).

Dari laporan teman-teman PCIM di wilayah terdampak diketahui bahwa kondisi lokasi kejadian sangat memprihatinkan. Mereka tidak dapat tinggal di dalam rumah karena kondisinya sudah rata dengan tanah. Oleh karena itu, mereka harus dievakuasi ke luar daerah terdampak.

Sebagaimana diketahui, gempa terjadi dalam suasana musim dingin ekstrem. "Bisa dibayangkan di luar dingin, di dalam (rumah) takut roboh. Kita memang dari luar wilayah (terdampak) saat itu hanya bisa doakan dan tetap koordinasi dengan warga Muhammadiyah umumnya warga Indonesia," ucapnya.

 

Meskipun demikian, upaya bantuan terus diusahakan untuk diberikan kepada para korban. Setelah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga yang berada di bawah naungan PP Muhammadiyah, mereka pun mampu memetakan bantuan dan penyelamatan untuk para korban. Setidaknya ada dua hal yang menjadi konsentrasi utama, yakni mitigasi bencana dan pemberian sejumlah bantuan.

Menurut Dinil, saat itu bantuan yang sangat dibutuhkan para korban adalah kaos kaki. Meskipun sederhana, barang ini nyatanya tidak dimiliki warga kala itu. Hal ini karena banyak barang dan pakaian korban tertimbun dalam reruntuhan gedung.

Di samping itu, pihaknya juga menyediakan bantuan 20 penerjemah yang salah satunya ditempatkan di Rumah Sakit Lapangan (RSL). Bantuan ini diberikan karena dokter yang berada di RSL hanya mampu menggunakan bahasa Inggris sedangkan korban memakai bahasa Turki. Oleh karena itu, dibutuhkan penghubung yang dapat memperlancar komunikasi mereka.

"Jadi kita support di situ. Ada 20 tenaga penerjemah lalu 20 tenaga penyebaran bantuan dari tim Lazismu," jelasnya.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah memberikan bantuannya kepada para korban gempa di Turki. Hal ini tidak terkecuali untuk pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Koordinator PMK dan lain-lain. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada MDMC, EMT Muhammadiyah, LAZISMU, PCIM dan PCIA Turki serta lain-lain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement