Rabu 01 Mar 2023 23:26 WIB

Air Kali Lubawang Meluap, Dua Sekolah Situbondo Kebanjiran

Ketinggian air mencapai sekitar 50 centimeter.

Sejumlah anak sekolah berjalan melewati banjir yang menggenangi halaman sekolah mereka (ilustrasi)
Foto: Repulika/Lilis Sri Handayani
Sejumlah anak sekolah berjalan melewati banjir yang menggenangi halaman sekolah mereka (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SITUBNDO -- Banjir luapan air sungai di Situbondo yang terjadi pada Selasa malam menggenangi dua sekolah. Akibatnya, ratusan siswa SMP dan SD tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar karena ruang kelas dipenuhi  lumpur.

Siswa SDN 1 Kalianget dan SMPN 1 Banyuglugur ini bersama para guru bergotong royong membersihkan air bercampur lumpur sisa banjir akibat luapan Kali Lubawang di desa setempat.

"Banjir semalam mulai masuk ke sekolah sekitar pukul 22.00 WIB. Semua ruang kelas, ruang TU, dan ruangan lainnya kebanjiran dan ketinggian air sekitar 50 centimeter," ujar Kepala SMP Negeri 1 Banyuglugur Situbondo, Sugeng Priyanto, Rabu (1/3/2023).

Sekolah dasar dan SMP yang berdampingan itu, lanjut dia, terendam banjir disebabkan saluran drainase di sekitar sekolah tidak berfungsi dengan baik karena tersumbat sampah, sehingga membanjiri dua sekolah itu.

Menurut Sugeng, selain ruang kelas dan ruang TU juga ada tiga ruang komputer kebanjiran, dan sebanyak 90 unit komputer itu diperkirakan rusak karena ketinggian banjir mencapai 50 centimeter.

"Dari tiga ruang komputer masing-masing ruang terisi 30 unit komputer, total 90 unit. Untuk kondisinya kami belum tahu pasti," ujar dia.

BPBD Situbondo mencatat sebanyak 613 rumah warga di empat desa kebanjiran luapan air sungai setelah hujan deras selama beberapa jam mengguyur wilayah Situbondo.

Banjir luapan air sungai membanjiri permukiman warga di Desa Klatakan Kecamatan Kendit, Desa Kalimas dan Besuki di Kecamatan Besuki, serta Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.

Luapan air Sungai Kukusan di Desa Klatakan menggenangi 90 rumah warga di Dusun Krajan Jatisari dan 130 rumah warga di Dusun Pesisir Timur. Rumah-rumah warga yang terdampak banjir di dua dusun di Desa Klatakan sempat tergenang setinggi 70 hingga 100 cm.

Sementara di Desa Besuki dan Kalimas, ada 334 rumah warga yang kebanjiran luapan air sungai dan tergenang setinggi 40 sampai 50 cm karena ada bagian tanggul sungai yang jebol.

Banjir menggenangi 69 rumah warga di Dusun Krajan di Desa Kalimas serta 265 rumah warga di Dusun Paddek, Kota Timur, Lesanan Lor, dan Lesanan Kidul di Desa Besuki.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement