Ahad 19 Mar 2023 19:43 WIB

Antisipasi Kemarau, Petani di Gunungkidul Diminta Percepat Tanam Padi

Ada sejumlah varietas padi yang dinilai cocok ditanam di wilayah Gunungkidul, DIY.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Tanam padi.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
(ILUSTRASI) Tanam padi.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL — Petani di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diminta mempercepat masa tanam padi kedua. Imbauan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dan kondisi cuaca ekstrem.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan, luas lahan tanam masa tanam kedua padi 2023 ini sekitar 7.505 hektare. Petani yang lahannya berada di saluran irigasi diimbau mempercepat masa tanam kedua ini. “Percepatan tanam padi ini untuk mengantisipasi musim kemarau yang lebih awal atau dampak cuaca ekstrem,” kata Rismiyadi, Ahad (19/3/2023).

Menurut Rismiyadi, varietas padi yang ditanam di Gunungkidul beragam. Seperti varian Ciherang, Supadi, Mapan 05, Situ Bagendit, dan Inpari 42. “Varietas ini cukup bagus untuk lahan pertanian di Gunungkidul,” ujar dia.

Bagi petani yang bercocok tanam di lahan tadah hujan, Rismiyadi mengatakan, diimbau juga menanam tanaman semusim, seperti cabai, bawang merah, kacang merah, kedelai, atau jagung. “Tanaman tersebut tidak terlalu banyak membutuhkan air,” katanya.

 

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengatakan, petani memberikan kontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan di wilayahnya. Karena itu, ia memastikan pertanian tetap menjadi salah satu sektor prioritas di Gunungkidul. 

Pemerintah daerah juga disebut berupaya memastikan pemenuhan kebutuhan untuk pertanian, misalnya terkait pupuk. “Sudah ada tambahan kuota pupuk bersubsidi dari pusat untuk tahun ini, sehingga mencukupi kebutuhan petani,” kata Bupati.

Ihwal panen padi, Rismiyadi mengatakan, pada periode Januari-Maret 2023 luas lahan padi yang sudah panen mencapai sekitar 47.527 hektare. Menurut dia, hasil panennya mencapai sekitar 5,08 ton gabah kering giling (GKG). “Produksi padinya sendiri (total) mencapai 241.437 ton gabah kering giling,” ujar dia. 

Menurut Rismiyadi, hasil panen itu setara sekitar 152.588 ton beras. Sebagian besar hasil panen tersebut, kata dia, disimpan oleh petani sebagai cadangan pangan dalam bentuk gabah. “Setidaknya Gunungkidul memiliki kecukupan pangan selama enam sampai delapan bulan ke depan,” katanya.

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement