Kamis 30 Mar 2023 08:45 WIB

Jangan Boros, Ini Tip Hemat Pengeluaran Selama Ramadhan

Muncul banyak godaan untuk membeli berbagai menu yang diinginkan.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Ilustrasi perencanaan keuangan. Foto: Tahta Aidilla/Republika
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Ilustrasi perencanaan keuangan. Foto: Tahta Aidilla/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Datangnya Ramadhan dengan kewajiban berpuasa bagi umat Muslim ternyata tidak membuat pengeluaran berkurang dan jadi lebih hemat. Sebaliknya, momen ini kerap menjadi ceruk yang membuat masyarakat lebih boros lantaran sering tergoda berbagai kuliner jelang berbuka puasa.

Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Happy Febrina Hariyani, pun memberikan sederet tips agar tidak boros saat Ramadhan. Menurutnya, saat menjalankan ibadah puasa biasanya akan muncul banyak godaan untuk membeli berbagai menu yang diinginkan.

"Hal ini membuat masyarakat kalap dan membeli banyak menu, padahal tidak semuanya dibutuhkan dan dimakan," ujarnya.

Menurut dia, perlu ada pengendalian diri dan kesadaran bahwa membeli makanan tidak perlu berlebihan. Masyarakat harus membeli makanan dan minuman dengan bijak. Hal ini bertujuan agar tidak sampai terbuang kalau tidak habis.

 

Untuk mengantisipasi hal serupa, umat Muslim hendaknya melakukan perencanaan keuangan. Selain menghindari membeli makanan yang tidak perlu, rencana keuangan juga akan menyelamatkan finansial dari keborosan lain.

Beberapa di antara seperti membeli minuman yang tidak perlu, barang yang tidak perlu, pakaian, dan lain sebagainya. Dari pada membeli makanan, masyarakat lebih baik memasak sendiri agar lebih menghemat juga sehat.

Menunya juga harus disesuaikan dan tidak berlebihan saat membeli bahan masakan. Sementara itu, untuk agenda buka bersama keluarga maupun rekan, bisa dipilih beberapa saja.

Banyaknya buka bersama yang harus dihadiri membuat pengeluaran juga semakin membengkak. Maka itu, ia berpesan agar memiliki beberapa saja untuk dihadiri. Salah satunya bukber yang memang penting dan paling nyaman untuk diikuti.

Terakhir, Happy juga mendorong masyarakat untuk mengisi waktu Ramadhan dengan berbagai aktivitas positif. Di antaranya seperti olahraga, ikut kajian, membaca Alquran, dan lainnya.

Selain menyehatkan jiwa dan raga, banyaknya aktivitas juga bisa membuat tidak kepikiran untuk berbelanja. Baik itu dalam bentuk makanan, minuman, pakaian, atau barang lainnya.

Ia menilai kegiatan positif dapat menekan angka anggaran yang boros. "Karena tidak ada waktu yang kosong dan membuat kita iseng buka market place atau mengunjungi mal dan toko,” ungkap dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement