Ahad 16 Apr 2023 08:08 WIB

Kasus Dukun Banjarnegara, Polisi Terima Laporan Kehilangan 28 Orang

Proses pencarian terhadap korban masih dilakukan polisi bersama relawan.

  Proses pembongkaran jenazah yang diduga merupakan korban dari ‘dukun’ pengganda uang, Tohari alias Slamet (46), di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Foto: Dokumen
Proses pembongkaran jenazah yang diduga merupakan korban dari ‘dukun’ pengganda uang, Tohari alias Slamet (46), di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Posko DVI di Polres Banjarnegara, Jawa Tengah, menerima laporan kehilangan 28 orang yang berkaitan dengan pengungkapan korban kasus dukun pengganda uang, ST (45).

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudusy dmengatakan, secara keseluruhan terdapat 22 laporan yang masuk ke posko DVI. "Ada enam laporan yang masing-masing melaporkan kehilangan dua orang," katanya.

Menurut dia, proses pencarian terhadap korban dukun ST masih dilakukan Polres Banjarnegara bersama sukarelawan. Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas keterangan-keterangan baru yang disampaikan tersangka.

Ia menyebut kebenaran itu masih harus dibuktikan dengan proses pencarian. Menurut dia, proses pencarian dilakukan secara manual dengan bantuan alat berat.

Sebelumnya, Polres Banjarnegara mengungkap dugaan pembunuhan yang dilakukan dukun pengganda uang ST (45) di Kabupaten Banjarnegara.

Korban sementara yang berjumlah 12 orang tersebut dikubur di kebun milik pelaku di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Dari hasil identifikasi, para korban terdiri dari delapan laki-laki dan empat perempuan.

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement