Rabu 10 May 2023 06:21 WIB

WhatsApp Uji Coba Wear OS, Pengguna Bisa Kirim Pesan Lewat Smartwatch

Aplikasi ini sekarang tersedia bagi yang terdaftar program pengujian beta Whatsapp.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Fernan Rahadi
 Sebuah ilustrasi foto menunjukkan logo aplikasi pesan media sosial Whatsapp (kiri dan kanan), signal dan telegram.
Foto: EPA-EFE/IAN LANGSDON
Sebuah ilustrasi foto menunjukkan logo aplikasi pesan media sosial Whatsapp (kiri dan kanan), signal dan telegram.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aplikasi perpesanan populer milik Meta, WhatsApp, dilaporkan sedang menguji aplikasi untuk sistem operasi yang dirancang khusus untuk perangkat wearable, Wear OS. Hal ini berarti jika Anda memiliki Google Pixel Watch, Samsung Galaxy Watch 5, atau jam tangan pintar lainnya, Anda akan segera dapat mengirim pesan teks dan suara langsung.

Aplikasi ini sekarang tersedia untuk mereka yang terdaftar dalam program pengujian beta WhatsApp. Hingga saat ini, masih belum jelas kapan sistem operasi itu bisa mendapatkan rilis penuh. Meta tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Baca Juga

Jadi, bagaimana cara kerja WhatsApp di Wear OS? Untuk menyiapkan WhatsApp di perangkat Wear OS, Anda harus memasukkan kode delapan digit dari jam tangan ke aplikasi ponsel. Kemudian Anda akan dapat menelusuri pesan sebelumnya dan menanggapi dengan pesan suara atau melalui keyboard system.

Aplikasi tersebut dilaporkan juga akan menampilkan informasi dalam obrolan grup seperti "People in this conversation” dan "Open on phone.” Meskipun mungkin ada aplikasi pihak ketiga yang tersedia, aplikasi WhatsApp saat ini tersedia untuk diunduh di Android, iOS, dan Mac.

 

Dilansir CNET, Rabu (10/5/2023), pemilik jam tangan pintar sudah dapat menggunakan beberapa fungsi WhatsApp, seperti menerima notifikasi atau sekadar mengirim balasan. Namun, aplikasi Wear OS akan memperluas fitur WhatsApp. Pengumuman pengujian beta untuk Wear OS muncul setelah WhatsApp bulan lalu meluncurkan pembaruan yang memungkinkan pengguna menautkan satu akun ke lebih dari satu ponsel.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement