Rabu 10 May 2023 16:30 WIB

Akomodir Mitra Deradikalisasi Gema Salam, Pemkot Solo Peroleh Apresiasi

BNPT akan membantu penyelesaian masalah yang dihadapi Yayasan Gema Salam.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Pol Prof Rycko Amelza Dahniel (kanan) dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri dan Dialog Kebangsaan dengan Mitra Deradikalisasi di Solo Raya yang tergabung dalam Yayasan Gema Salam, Jumat (5/5/2023) sore.
Foto: dokpri
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Pol Prof Rycko Amelza Dahniel (kanan) dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri dan Dialog Kebangsaan dengan Mitra Deradikalisasi di Solo Raya yang tergabung dalam Yayasan Gema Salam, Jumat (5/5/2023) sore.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Setelah Brebes dan Semarang, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) Komjen Pol Prof Rycko Amelza Dahniel melanjutkan safari Halal Bihalal Idul Fitri dan Dialog Kebangsaan dengan Mitra Deradikalisasi di Solo Raya yang tergabung dalam Yayasan Gema Salam, Jumat (5/5/2023) sore. Kegiatan ini adalah bagian dari langkah BNPT dalam  pelibatan mitra deradikalisasi atau mantan narapidana terorisme (napiter) dalam mereduksi masyarakat yang pernah terpapar ideologi kekerasan.

"Saya sangat mengapresiasi langkah praktis dan komitmen Pemerintah Kota Surakarta Bapak Wali Kota Gibran (Rakabuming Raka) yang telah memberi perhatian dan mengakomodir para mitra deradikalisasi terutama di Yayasan Gema Salam dan forum-forum anak muda lain. Langkah Pemerintah Kota Surakarta ini sangat memberikan dampak positif yang besar kepada mitra deradikalisasi dan masyarakat sekitar," ujar Kepala BNPT Komjen Pol Prof Rycko Amelza Dahniel dalam siaran pers, Rabu (10/5/2023).

Mantan Kabaintelkam Polri ini menambahkan bahwa perhatian dan dukungan terhadap mitra deradikalisasi seperti Yayasan Gema Salam ini menjadi salah satu kunci keberhasilan deradikalisasi. Pasalnya deradikalisasi tidak hanya untuk menyembuhkan ideologi kekerasan tapi juga menyelamatkan masa depan mitra deradikalisasi, dalam ini adalah kesejahteraan hidup.

Menurutnya pemberdayaan mitra deradikalisasi menjadi langkah praktis untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian mereka. Untuk itu, BNPT RI hadir untuk memberikan dukungan penuh kepada Yayasan Gema Salam. "Kami hadir disini bertugas mewujudkan cita-cita melindungi segenap tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan dan membangun Indonesia," ujarnya.

Lebih jauh, Rycko menambahkan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra deradikalisasi di wilayah Solo Raya, BNPT dan instansi daerah akan bersinergi dan membantu penyelesaian masalah atau kendala yang dihadapi Yayasan Gema Salam dan mitra deradikalisasi lainnya. "Gema Salam merupakan wadah silaturahmi dan saling berbagi, wadah melipatkan kualitas kehidupan. Saya berharap seluruh pihak yang bermitra dengan yayasan ini dapat menerima dan memberikan manfaat," ujarnya.

Selain itu, dalam momentum halal bihalal ini, Kepala BNPT menyampaikan bahwa momen yang sangat baik dalam rangka memaafkan dan menguatkan hubungan dengan seluruh masyarakat. Ia juga para mitra deradikalisasi tentang pentingnya toleransi dan menghargai di Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika ini.

"Kita hidup dengan perbedaan bahasa, bangsa, agama dan disatukan oleh negara. Perbedaan merupakan keniscayaan dan keindahan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memilah informasi dengan baik. Tidak ada satu pun agama di dunia yang menyikapi perbedaan dengan kekerasan," katanya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Solo, Tamso menambahkan bahwa bangsa Indonesia dilahirkan dari keberagaman. Menurutnya, fenomena ini yang membuat jati diri bangsa sangat menarik. "Masyarakat Indonesia dengan segala keragamannya yang dipersatukan oleh Pancasila dan UUD 1945," katanya.

Sementara perwakilan mitra deradikalisasi, Priyatmo berharap momen ini dapat menjadi transformasi yang baik bagi kesejahteraan mitra deradikalisasi dan keberlangsungan Yayasan Gema Salam. "Saya berharap yayasan dapat lebih profesional dan menjadi wadah bagi mantan napiter dalam menjalin silaturahmi serta meningkatkan taraf ekonomi mitra deradikalisasi dan masyarakat," tuturnya.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement