Rabu 24 May 2023 15:32 WIB

Inovasi Dosen UMM Bikin Pakan Koi Berbahan Lokal, Harga Jadi Terjangkau

Direncanakan pakan ikan koi ini diproduksi massal pada September.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Tim dosen Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan inovasi dengan memproduksi pakan ikan koi mandiri berbasis bahan baku lokal dengan harga terjangkau.
Foto: Dok.Humas UMM
Tim dosen Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan inovasi dengan memproduksi pakan ikan koi mandiri berbasis bahan baku lokal dengan harga terjangkau.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Tim dosen Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan inovasi dengan memproduksi pakan ikan koi mandiri berbasis bahan baku lokal. Hal ini berarti harga pakan tersebut lebih terjangkau untuk dibeli masyarakat.

Salah satu anggota tim, Ganjar Adhywirawan mengungkapkan, ide pembuatan inovasi ini didasari pada pakan ikan yang menjadi salah satu komponen biaya tertinggi dalam budi daya koi. Bahkan, bisa mencapai sekitar 60 persen dari total biaya produksi.

"Harga pakan pun terbilang mahal karena biaya untuk pakan induk produksi impor dapat mencapai Rp 250 ribu per kilogram dan pakan pembesaran koi mencapai Rp 50 ribu per kg," katanya.

Kondisi tersebut mendorong Ganjar dan tim menciptakan pakan yang lebih terjangkau dan berbahan lokal. Menurut dia, bahan baku lokal tak hanya berbiaya lebih terjangkau namun memiliki kandungan nutrisi yang baik dan sesuai kebutuhan ikan koi.

 

Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah tepung ikan, tepung magot, tepung bekatul, tepung cacing dan spirulina. Banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari inovasi ini terutama dari aspek pengadaan pakan.

Biaya pakan bisa ditekan serta ketersediaan pakan selama proses budi daya dapat terpenuhi. Apalagi bahan baku lokal sangat melimpah. Adapun tahap pembuatan pakan diawali dengan melakukan penentuan bahan baku lokal.

Kemudian penyusunan formulasi pakan yang dilanjutkan proses produksi menggunakan mesin pencetak pakan koi. Lalu melewati proses pengeringan dan terakhir pengemasan.

Ganjar dan tim berencana pakan ikan koi ini akan diproduksi massal pada September. "Ini dilakukan seusai melalui uji coba terlebih dahulu pada bulan Juli mendatang,” katanya.

Adapun inovasi dan penelitian pakan koi ini dimulai sejak 2022 lalu dan direalisasikan pada 2023 melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bentuk kerja sama. Terutama melalui kolaborasi antara Prodi Akuakultur dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan mitra dunia usaha dunia industri (DUDI), CV Indokoi Malang.  

Pengembangan pakan ini juga tak lepas dari adanya Center of Excellence Koi yang didirikan oleh Prodi Akuakultur. Pakan ikan ini juga menjadi bukti bahwa CoE mampu memberikan inovasi dan terobosan baru untuk membantu para peternak koi.

"Jadi tidak hanya mencetak sumber daya manusia yang mumpuni, tapi juga menebar manfaat ke sesama," katanya.

Ganjar juga menambahkan, inovasi pembuatan pakan ikan koi merupakan hasil riset awal dari Hany Handajani bersama tim dosen program studi akuakultur. Keefektifan penggunaan bahan lokal tersebut diharapkan memberi keuntungan lebih besar pada budi daya ikan koi.

Dengan demikian, nantinya tidak perlu mengkhawatirkan pengeluaran yang tinggi. Sementara itu, keunggulan dari pakan produknya lebih pada biaya produksi yang lebih terjangkau. Harga jual juga murah serta penggunaan bahan baku berbasis lokal.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement