Ahad 28 May 2023 09:47 WIB

Update Kasus Mutilasi Pria Bertato Naga, Polisi Temukan Bukti Baru

Pemilik golok sudah dimintai keterangan.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Fernan Rahadi
Polres Sukoharjo, ungkap bukti baru berupa golok yang diduga jadi alat mutilasi korban pria bertato naga, Kapolres Sukoharjo (Tengah) Kasatreskrim Sukoharjo (Kiri) AKP Teguh Prasetyo, Kapolsek Grogol AKP Marlin Supu Payu (Kanan),  Sabtu (27/5/2023).
Foto: Republika/Alfian
Polres Sukoharjo, ungkap bukti baru berupa golok yang diduga jadi alat mutilasi korban pria bertato naga, Kapolres Sukoharjo (Tengah) Kasatreskrim Sukoharjo (Kiri) AKP Teguh Prasetyo, Kapolsek Grogol AKP Marlin Supu Payu (Kanan), Sabtu (27/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO -- Polres Sukoharjo mengungkapkan bukti baru terkait kasus mutilasi pria bertato naga, yang enam potongan tubuhnya ditemukan di aliran sungai anak Bengawan Solo, Sabtu (27/5/2023) malam. 

"Saya sampaikan ada bukti baru yaitu ditemukan pisau atau golok, saat ini masih kita dalami," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit di polsek Grogol, Sabtu (27/5/2023) malam. 

Baca Juga

Sigit mengungkapkan pihaknya tengah mengirimkan golok tersebut ke Labfor Polda Jateng, apakah ditemukan petunjuk berkaitan dengan kasus tersebut. Di mana golok tersebut dipinjam dari tetangganya di Keprabon, Solo.

"Jadi kita pendalaman masalah golok atau pisau yang kita temukan kita temukan hari hasil daripada saksi itu dipinjam seseorang dari tetangganya," katanya. 

"Saat ini golok tersebut kita kirim ke labfor (laboratorium forensik-Red) sambil menunggu hasilnya apakah ada tes DNA atau darah itu salah satu bisa membantu dalam penyelidikan kasus mutilasi ini," katanya menambahkan.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa pemilik golok tersebut telah dimintai keterangan. Kendati apakah peminjam golok tersebut diduga tersangka atau bukan pihaknya mengatakan masih dalam proses pendalaman. 

"Nanti yang meminjam siapa kita dalami dulu. (Terduga tersangka peminjam golok?) Pendalaman, pemilik golok sudah dimintai keterangan, tetangga, di Solo," katanya. 

Sebelumnya, polisi melakukan pengujian terhadap sampel darah ayah R, Ngatiman. R adalah sosok yang diduga menjadi korban mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di aliran sungai Bengawan Solo beberapa waktu lalu. 

"Pagi ini kami ambil sampel darahnya untuk dilakukan pengecekan ke laboratorium forensik. Apakah ada kaitannya dengan terduga potongan tubuh yang kemarin itu," kata Kasatreskrim Sukoharjo AKP Teguh Prasetyo, Kamis (25/5/2023). 

Ratiman menjelaskan setelah mengetahui kabar bahwa R diduga sebagai korban mutilasi pihaknya langsung meluncur ke Solo. Alasannya adalah untuk memastikan apakah korban tersebut R atau bukan. "Langsung ke sini, iya untuk memastikan," katanya. 

Pihaknya berharap agar kasus ini segera jelas. Sehingga pelaku dan korbannya bisa terungkap. "Harapannya untuk pelaku siapa, orangnya mana tempatnya mana bisa ketahuan segera," katanya.  

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement