Rabu 31 May 2023 11:12 WIB

GMC Kembangkan Potensi Desa Wisata Grogol Sleman Melalui Bakti Lingkungan

Kawasan tersebut sudah dinobatkan sebagai Desa Budaya sejak 2001.

Sejumlah pemuda melakukan kerja bakti di Desa Wisata Grogol, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Foto: Dok. web
Sejumlah pemuda melakukan kerja bakti di Desa Wisata Grogol, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Sebagai kelompok pemuda yang menggaungkan tagline "Semangat Mengabdi Membangun Negeri", GMC Yogyakarta (GMC DIY) mendorong pengembangan desa wisata melalui bakti lingkungan. Desa wisata adalah sebuah konsep pengembangan daerah sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

Pada momen ini, seperti dinukil dari Kantor Berita Antara, Rabu (31/5/2023), GMC DIY menyasar Desa Wisata Grogol, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. 

Baca Juga

Menggaet masyarakat setempat, mereka gotong royong bebersih kawasan Desa Wisata Grogol di lima titik, salah satunya area sungai. GMC DIY juga memberikan stimulus berupa bak sampah. 

"Kegiatan hari ini adalah pengembangan dan bakti lingkungan desa wisata, tujuannya adalah karena di Jogja ini kan banyak tempat-tempat desa wisata yang memang harus dikembangkan dan harus diberikan perhatian lebih terhadap masyarakat yang mengelolanya," ucap Kepala Bidang Eksternal GMC atau Ganjar Milenial Center Daerah Istimewa DIY, Ayatullah Fazlur Rohman. 

 

Sebelum menjadi Desa Wisata Grogol, kawasan tersebut sudah dinobatkan sebagai Desa Budaya sejak 2001 oleh Dinas Pariwisata Kab. Sleman yang menitikberatkan pada pengenalan dan pelestarian berbasis budaya Jawa selama 11 tahun pertama. 

Mulai 2012 sampai saat ini, kawasan tersebut diubah menjadi konsep suguhan wisata yang menawarkan beragam pertunjukkan seni dan budaya tradisional, keindahan alam yang memanjakan mata, serta wahana menarik seperti outbound, kolam renang, hingga edukasi sanggar kesenian. 

Pengelolaan desa wisata bertujuan untuk pengembangan masyarakat baik dari aspek ekonomi, seni, dan budaya. 

"Karena memang pusat dari wisata ini kebutuhan masyarakat atau pendapatan masyarakat memang banyak dihasilkan dari desa wisata terutama dari tamu-tamu yang datang kemudian dari pengembangannya, dari bantuan-bantuan dan sebagainya," kata dia. 

Oleh sebab itu, pria yang akrab dipanggil Ayat ini menegaskan, GMC DIY berkomitmen bakal terus mengembangkan potensi desa wisata yang berada di wilayah DIY. 

"Kami sebagai milenial yang tergabung dalam GMC ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia, turis mancanegara untuk melihat iniloh potensi budaya yang ada di Yogyakarta," tutup dia. 

Kegiatan ini disambut baik oleh Sekretaris Desa Wisata Grogol, Esthi Handayani (43 tahun). Menurut dia, pemuda juga perlu berperan aktif dalam pengembangan potensi Desa Wisata, salah satunya seperti yang dilakukan GMC DIY. 

"Kalau kami mengacu ke desa wisata, karena kalau menerima pariwisata wisatawan otomatis sapta pesonanya juga dapat nah ini gerakan yang luar biasa yang menurut saya perlu berkelanjutan jadi nanti ada step step lanjutannya seperti itu," ungkap Esthi. 

"Jadi, harapan kami desa wisata bisa lebih bagus lebih berkembang berkembangnya pesat dengan dukungan dari banyak sektor kemudian meningkatkan perekonomiannya juga otomatis lebih cepat," kata dia.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement