Jumat 02 Jun 2023 08:57 WIB

Harlah Pancasila, Alun-Alun Pancasila di Boyolali Diresmikan

Ganjar juga menandatangani Perda baru Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila sekaligus peresemian Alun-Alun Pancasila, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Kamis (1/6/2023).
Foto: Dok. HPJT
Peringatan Hari Lahir Pancasila sekaligus peresemian Alun-Alun Pancasila, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Kamis (1/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Dalam momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) dasar negara Pancasila Tahun 2023, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meresmikan Alun-Alun Pancasila di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jateng, Kamis (1/6/2023).

Alun-alun Pancasila diresmikan usai upacara peringatan Harlah Pancasila bertajuk ‘Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global’ yang diikuti jajaran Forkopimda Jateng, kepala desa, hingga pegiat seni.

Baca Juga

Peresmian ditandai dengan pelepasan sebanyak 17 burung merpati, 8 burung perkutut, dan 45 burung pipit yang merupakan simbol dari jumlah bulu pada burung garuda Indonesia.

“Boyolali punya monumen yang cukup bagus. Lambang negara kita burung garuda persis di depan Gunung Merapi dan ini bagian dari taman pancasila yang bisa dipakai masyarakat untuk berkegiatan,” kata Ganjar di lokasi.

 

Alun-alun Pancasila berdiri di atas lahan eks Pasar Cepogo dengan anggaran sekitar Rp8,7 miliar. Tersedia sebanyak 16 kios UMKM di lingkungan alun-alun tersebut.

Selain itu, Alun-alun Pancasila dilengkapi patung Garuda megah berukuran 10x11 meter menghadap Gunung Merapi. Patung terbuat dari tembaga dan kuningan kerajinan Desa Tumang.

Patung Garuda dibangun dengan dinding kokoh. Pada bagian kanan dilengkapi aksen lambang sila pertama hingga kelima, sedangkan di sebelah kiri terdapat aksen tulisan sila pertama hingga kelima.

Ganjar pun berharap Alun-alun Pancasila ini dapat menjadi pengingat seluruh masyarakat tentang dasar negara Indonesia. Salah satu semangat yang akan selalu diterapkan dari Pancasila adalah goyong royong.

“Ya kita punya dasar kuat yang namanya pancasila dan kita akan gotong royong untuk menyelesaikan persoalan yang ada sehingga terasa ringan,” kata Ganjar.

Selain meresmikan Alun-Alun Pancasila, Ganjar juga menandatangani Perda baru  Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan untuk Kabupaten Boyolali. Nantinya perda ini akan berlaku di seluruh Jateng.

Dalam kesempatan itu Ganjar juga menyerahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp 12,8 miliar dari hasil kolaborasi bersama Baznas Jateng.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement