Ahad 04 Jun 2023 03:08 WIB

Dakwah di Jatim, Ustaz Hanan Attaki Kolaborasi dengan Dai Muda NU

Ia ingin mengembangkan dakwah ala Wali Songo di kalangan milenial perkotaan.

Ustadz Hanan Attaki.
Foto: MJ04
Ustadz Hanan Attaki.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Ustaz Hanan Attaki menyatakan siap berkolaborasi dengan ulama-ulama muda Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengembangkan dakwah ala Wali Songo di kalangan milenial di wilayah perkotaan atau urban.

"Saya ingin berbagi dengan teman-teman dai-dai muda NU supaya bisa sama-sama berkolaborasi dalam menggarap dakwah anak muda milenial di seluruh Indonesia," kata Hanan Attaki di Kabupaten Jember.

Hanan Attaki bersama KH M Mushoddiq Fikri Farouq menggelar Majelis Zikir Rotibul Haddad Jember bertema The Real Ahlussunah Wal Jamaah di Masjid Pondok Pesantren Riyadlus Sholihien, Kabupaten Jember, Jumat (2/6) malam.

"Biasanya saya melakukan dakwah sendiri, insya Allah saya sekarang bisa berkolaborasi dengan dai-dai muda NU dengan lebih masif lagi, lebih baik lagi, sehingga anak-anak muda Indonesia setelah hijrah benar-benar menjadi ahlussunnah wal jamaah," ujarnya.

 

Namun, Hanan mengaku tidak akan mendefinisikan sendiri arti ahlussunah wal jamaah. "Itu bukan kapasitas saya. Saya manut kepada dawuh kiai yang mendefinisikan ahlusunnah wal jamaah. Tugas saya sebagai dai di kalangan anak muda adalah menerjemahkan dawuh para kiai ke dalam bahasa anak-anak muda," katanya.

Sementara itu, KH Mushoddiq Fikri Farouq alias Gus Fikri mengatakan dirinya merupakan salah satu orang yang menolak Konser Langit Ustad Hanan Ataki di Jember, tetapi saat ini justru kedatangan ustaz muda itu.

"Pangsa pasar Ustaz Hanan Attaki generasi milenial. Saya generasi kolonial. Sampeyan kalau saya belum bilang berhenti, jangan berhenti," katanya.

Saat Hanan bercerita soal Imam Al-Ghozali, penulis buku Ihya’ulumuddin, Gus Fikri langsung menyeletuk. "Kali ini saya benar-benar percaya kalau beliau ini NU. Orang-orang Wahabi dan Salafy tidak suka Al-Ghozali. Bahkan menghina Al-Ghozali. Karena beliau mengidolakan Imam Ghozali, saya semakin yakin beliau telah kembali ke jalan yang benar," kata dia.

Hanan tersenyum mendengar ucapan itu. Kalangan NU di Jember memang pernah menolak Konser Langit pada 29 Juli 2022, bahkan saat itu Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman juga menolaknya.

Sementara itu, Wakil Bendahara Gerakan Pemuda Ansor Jatim dan Bendahara Yayasan Nusa Bangsa Indonesia (NBI) Mahathir Muhammad mengatakan Hanan Attaki bisa menjadi napas dan energi baru untuk penguatan ahlusunnah wal jamaah di kalangan milenial urban.

Mahathir membenarkan pernah menjadi bagian dari kelompok menolak pengajian Konser Langit Hanan Attaki di Jember, namun penolakan itu bukan karena Hanan Attaki, tapi karena orang yang mengagendakan acara tersebut terindikasi aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Setahun setelah penolakan itu, Mahathir bersama Yayasan Nusa Bangsa Indonesia menjadi pemrakarsa kedatangan Ustaz Hanan Attaki ke Jember.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement