Senin 05 Jun 2023 16:23 WIB

Wagub Jateng Minta Ponpes Miliki Klinik, Supaya Mandiri di Bidang Kesehatan

Ponpes yang memiliki klinik kesehatan dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
 Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara BPJS Kesehatan dengan Klinik Pratama Sawaf Ponpes Al Anwar Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (5/6).
Foto: Dokumen
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara BPJS Kesehatan dengan Klinik Pratama Sawaf Ponpes Al Anwar Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (5/6).

REPUBLIKA.CO.ID, REMBANG -- Lingkungan pondok pesantren dinilai penting mengupayakan kemandirian di bidang kesehatan. Baik melalui berbagai kerja sama maupun terobosan yang melibatkan para pemangku kepentingan terkait layanan kesehatan.      

Hal ini untuk memastikan para santri mudah dalam mengakses layanan kesehatan sekaligus untuk mendukung pondok pesantren untuk sadar dan peduli terhadap kesehatan di lingkungannya.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, selain mandiri secara finansial, mandiri dalam bidang kesehatan juga perlu diperhatikan di lingkungan pondok pesantren.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, jelasnya, sangat mengapresiasi pondok-pondok pesantren yang telah memiliki klinik kesehatan bagi santri maupun masyarakat yang ada di sekitar lingkungan pondok.

 

“Ini yang harus kita dorong, untuk ikut mewarnai dan menyemangati pesantren-pesantren lain untuk lebih aware (sadar) terhadap pentingnya kesehatan di lingkungan pondok masing-masing,” tegasnya, .

Wagub juga menyampaikan, telah menghadiri acara penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara BPJS Kesehatan dengan Klinik Pratama Sawaf Ponpes Al Anwar Sarang, Kabupaten Rembang.

Di wilayah Jateng sendiri, kata wagub, saat ini juga sudah banyak ponpes yang telah memiliki fasilitas kesehatan. Salah satunya Ponpes Al Anwar, Sarang, yang memiliki klinik (pratama) Sawaf.

Guna memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi santri perlu adanya sinergi seluruh pihak, seperti yang dilakukan oleh Ponpes Sarang. Ponpes yang memiliki klinik kesehatan dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Dengan kerja sama tersebut, diharapkan para santri bisa dengan mudah mengakses layanan kesehatan tanpa perlu mengkhawatirkan soal pembiayaannya, karena telah dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Hal yang tidak kalah penting, masih jelas Taj Yasin, klinik kesehatan yang ada di ponpes diharapkan juga terus menyosialisasikan tentang penyakit menular kepada para  santrinya.

Menurut wagub, beberapa jenis penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS perlu terus diberitahukan agar para santri sadar akan bahaya, dampak, serta upaya penanganannya.

Sosialisasi juga penting bagi langkah-langkah yang perlu diambil. “Maka tingkat kesadaran pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan pondok pesantren harus ditingkatkan,” tegasnya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement