Selasa 06 Jun 2023 06:10 WIB

Warga Luka-Luka Akibat Lemparan Batu Saat Rusuh Tamansiswa

Seorang anak terkena lemparan batu saat mencoba mencari anak-anak yang lain.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Aparat Kepolisian masih berjaga di pertigaan Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, Ahad (5/6/2023) malam. Diketahui bahwa pada Ahad (5/6/2023) terjadi tawuran antara massa dengan warga. lokasi kejadian tawuran di dua titik yakni Jalan Kenari dan Jalan Tamansiswa. Hingga tengah malam aparat masih bersiaga di lokasi Jalan Tamansiswa.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Aparat Kepolisian masih berjaga di pertigaan Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, Ahad (5/6/2023) malam. Diketahui bahwa pada Ahad (5/6/2023) terjadi tawuran antara massa dengan warga. lokasi kejadian tawuran di dua titik yakni Jalan Kenari dan Jalan Tamansiswa. Hingga tengah malam aparat masih bersiaga di lokasi Jalan Tamansiswa.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kerusuhan di Jalan Tamansiswa, Mergangsan, Kota Yogyakarta, berimbas hingga ke masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Bahkan, ada warga yang terluka akibat kerusuhan yang terjadi pada Ahad (4/6/2023) tersebut.

Salah satu warga yang berdomisili di Gang Joyonegaran, Ibu Payung (61) menyebut anaknya menderita luka di bagian kepala akibat batu yang dilempar massa. Hal ini menyebabkan anaknya harus dibawa ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga

"Malam tadi di bawah ke Rumah Sakit Pratama, tapi sudah disuruh pulang," kata Payung saat ditemui di Gang Joyonegaran, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Senin (5/6/2023).

Payung menyebut, anaknya terkena lemparan batu saat mencoba mencari anak-anak yang dikhawatirkan terjebak dalam amukan massa. Pasalnya, kondisi saat kejadian sangat mencekam, dan para orang tua di kawasan tersebut meminta anaknya untuk masuk ke dalam rumah.

 

Anak Payung waktu itu mencoba mencari kemungkinan masih adanya anak-anak lain yang berada di luar rumah saat kerusuhan terjadi. Bahkan, anaknya juga sempat mencoba melerai massa yang bentrok.

Namun, hal tersebut justru membuatnya terkena lemparan batu dan mengakibatkan luka di bagian kepala. Meski begitu, Payung menyebut, luka yang diderita anaknya tidak begitu fatal.

"Lukanya di kepala, tidak dijahit. Cuma kalau besok masih berdarah, diminta lagi untuk cek ke rumah sakit," ungkap Payung.

Saat kerusuhan terjadi, sempat terjadi kepanikan warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Bahkan, beberapa orang tua mencari anaknya dan meminta untuk masuk rumah mengingat banyaknya massa waktu itu.

"Anak-anak remaja masih di pinggir jalan, aku khawatir kalau anak-anak kan enggak tahu apa-apa. Kalau anak disini enggak tahu apa-apa (terkena imbasnya), terus yang tua-tua keluar ini kan bahaya sekali. Anak-anak langsung disuruh masuk," kata warga lainnya, Titik (68).

Terlebih, warga juga melihat massa sampai membawa senjata tajam, selain batu dan tongkat bambu. "Orang-orang tua itu pada nyari anak-anaknya, panik, enggak ada yang enggak panik karena tiba-tiba banyak orang (massa). Ibu-ibu itu enggak tenang, ikut lari," ucap Titik.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement