Rabu 14 Jun 2023 17:27 WIB

Alasan Aremania Tolak Rencana Renovasi Stadion Kanjuruhan

TGA merasa keadilan untuk para korban dalam tragedi tersebut belum didapatkan.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
 Foto udara suasana Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.
Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Foto udara suasana Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Tim Gabungan Aremania (TGA) masih tetap pada sikap menolak atas rencana renovasi Stadion Kanjuruhan. Keputusan tersebut juga didukung oleh sebagian besar keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

Koordinator TGA, Dyan Berdinandri mengatakan, penolakan rencana renovasi ini didasari oleh Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober lalu. Peristiwa kelam ini telah menewaskan dan menyebabkan luka terhadap ratusan Aremania dari berbagai wilayah. "Dan tidak pernah ada rekonstruksi di Stadion Kanjuruhan," ungkapnya saat dihubungi Republika, Rabu (14/6/2023). 

Baca Juga

Selain itu, para Aremania juga tidak akan pernah dapat bernyanyi, menyuarakan yel-yel dan bersuka cita di bekas tempat jasad teman-teman mereka terbunuh. Situasi ini pada akhirnya juga akan berimbas juga ke klub Arema FC. Hal ini karena mayoritas Aremania tidak akan mendukung apabila tetap bermain di Stadion Kanjuruhan.

Tak hanya itu, TGA juga merasa keadilan untuk para korban dalam tragedi tersebut belum didapatkan. Ditambah lagi, para tersangka kasus ini mendapatkan hukuman ringan dari pengadilan. Bahkan, beberapa di antaranya dinyatakan bebas oleh hakim sehingga menyisakan kesedihan bagi para korban.

 

TGA sudah bersurat resmi kepada PSSI berkaitan dengan penolakan renovasi Stadion Kanjuruhan. Pihaknya sudah siap juga untuk bersurat ke Menteri PUPR, Disporapar Kabupaten Malang, Pemkab Malang dan sejumlah instansi lainnya. "Dan kalaupun beliau-beliau menginginkan mediasi atau pertemuan, kami siap kapan pun," jelasnya.

Seperti diketahui, Stadion Kanjuruhan telah direncanakan untuk dilakukan renovasi oleh pemerintah pusat. Hal ini dilakukan setelah terjadi Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

Adapun mengenai proses renovasi ini, Bupati Malang, M Sanusi mengaku belum mengetahui pasti jadwal program tersebut. "Masih belum (tindak lanjut). Semuanya (dipegang pemerintah) pusat. Masih nunggu (keputusan) Menteri PUPR," jelas Sanusi di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Selasa (13/6/2023).

Namun hal yang pasti, kata dia, Stadion Kanjuruhan tetap akan direnovasi sesuai rencana awal. Menurut Sanusi, perencanaan renovasi stadion kemungkinan akan dilaksanakan pada 2023. Kemudian untuk pelaksanaan renovasinya diselenggarakan pada tahun selanjutnya. 

Pada kesempatan tersebut, Sanusi juga turut mengomentari kritikan masyarakat terhadap rencana renovasi Stadion Kanjuruhan. Menurut dia, permasalahan tersebut nantinya akan segera dikomunikasikan kepada pemerintah pusat. "Karena ini demi kepentingan masyarakat dan Kabupaten Malang," kata pria berkopiah ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement