Ahad 18 Jun 2023 08:39 WIB

Bandara JBS Purbalingga Disiapkan untuk Feeder Umroh, Biaya Jadi Lebih Murah

Layanan ini ditargetkan dapat berjalan mulai akhir Agustus mendatang.

Sejumlah penumpang menaiki pesawat ATR 72-600 milik maskapai penerbangan Citilink di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS), Purbalingga, Jawa Tengah.
Foto: ANTARA/Idhad Zakaria
Sejumlah penumpang menaiki pesawat ATR 72-600 milik maskapai penerbangan Citilink di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS), Purbalingga, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menawarkan paket umrah murah dengan harga kompetitif melalui Bandara Jenderal Besar  Soedirman (JBS), Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Saat memberi keterangan pers usai rapat koordinasi optimalisasi Bandara JB Soedirman di Oproom Graha Adiguna, Sekretariat Daerah Purbalingga, Menhub mengaku sengaja datang ke Purbalingga untuk memastikan bahwa konektivitas udara ke Bandara JB Soedirman akan berjalan dengan baik.

"Kami berapat secara komprehensif terdiri dari Kementerian Perhubungan ada lima direktur yang hadir di sini, lalu juga dari AP (Angkasa Pura) II, dari penerbangan Citilink dan Wings Air, juga Pak Danlanud dan teman-teman komunitas dari aviasi," jelasnya.

Menurut dia, hal itu tidak hanya dilakukan di Purbalingga, juga ke bandara-bandara seluruh Indonesia. "Kami memetakan mana yang belum ada, dan kami improve agar bandara tersebut mendapatkan suatu trafik yang baik, yang akhirnya memudahkan masyarakat untuk melakukan pergerakan," kata dia.

 

Menhub mengatakan berdasarkan pemetaan yang dilakukan pada Sabtu (17/6) diketahui jumlah penduduk di lima kabupaten penopang Bandara JB Soedirman mencapai tujuh juta jiwa.

Dengan demikian, potensi warga yang akan bepergian, baik untuk perjalanan biasa, perjalanan bisnis, perjalanan dinas, dan umrah tinggi sekali.

"Oleh karenanya, untuk umroh kami akan membuat suatu paket secara khusus di mana dari Bandara JB Soedirman sampai ke Makkah dan balik lagi ke sini dengan harga yang kompetitif. Saya pastikan karena teman-teman Aviasi itu teman saya semua, mengerti apa yang kita lakukan," jelasnya.

Menhub mengatakan jika hal itu terjadi maka bukan saja untuk umrah yang akan dipastikan ada pergerakannya, juga masyarakat yang secara reguler melakukan perjalanan ke Jakarta.

Terkait dengan paket umroh, Menhub meminta media massa menginformasikan kepada masyarakat jika akan ada harga paket umrah yang lebih murah dari sebelumnya.

"Daripada englek ya, engklek tekan Jakarta kesuwen (lompat kaki ke Jakarta kelamaan, red.), sampai Jakarta lima jam, menginap, larang (mahal, red.). Ini nanti tidak engklek ke bandara, ke Halim (Bandara Halim Perdanakusuma, red.) dijamin oleh AP II," katanya.

Menurutnya, pembangunan Bandara JB Soedirman merupakan perintah Presiden Joko Widodo agar konektivitas bukan hanya di kota besar tetapi seluruh kota yang ada di Jawa maupun luar Jawa.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan ada skema berupa menjadikan Bandara JB Soedirman menjadi salah satu pengumpan (feeder) umroh di wilayah Banyumas Raya.

"Oleh karenanya hal ini tentu mendapat sambutan yang baik dari seluruh bupati di lima kabupaten di Banyumas Raya, dan juga mendapatkan sambutan yang baik tadi dari biro-biro perjalanan umrah yang ada di lima kabupaten," jelasnya.

Ia menargetkan layanan pengumpan umroh dari Bandara JB Soedirman dapat berjalan mulai akhir Agustus 2023 dan masyarakat dari lima kabupaten yang ingin umroh diharapkan dapat berangkat melalui bandara tersebut.

"Karena insya Allah akan jauh lebih cepat, biasanya kalau kita mau umroh harus ke Jakarta dulu, kemudian harus menginap dan sebagainya. Ini nanti kita berangkat dari Bandara JB Soedirman kemudian menuju Halim, langsung menggunakan shuttle bus menuju Cengkareng, dan langsung berangkat hari itu juga ke Tanah Suci," jelasnya.

Menurut dia, hal itu menjadi peluang khususnya bagi masyarakat Banyumas Raya yang ingin melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.

Ia mengharapkan layanan umroh melalui Bandara JB Soedirman dapat menjadi salah satu alternatif dan pengoperasian bandara tersebut ke depan bisa menjadi optimal lagi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan pihaknya selaku operator bandara di Pangkalan TNI Angkatan Udara JB Soedirman Purbalingga menyambut baik inisiatif sangat inovatif tersebut.

"Jadi, semua upaya kita lakukan dalam konteks optimalisasi penerbangan dari dan menuju Bandara Jenderal Besar Soedirman. Itu yang pertama," kata dia.

Yang kedua, sesuai arahan Menhub Budi Karya Sumadi tidak hanya untuk segmen umrah saja, pihaknya juga akan menghitung seluruh potensi yang ada baik penumpang umum atau biasa maupun penumpang perjalanan dinas dari pemerintah daerah.

Menurut dia, pihaknya dalam rapat yang dipimpin Menhub sudah menetapkan untuk memberikan skema insentif dalam konteks mendukung.

"Untuk kemudian biaya operasi, baik bandara, baik maskapai, dan juga para pelaku travel umroh ini menjadi lebih baik. Salah satu yang kami sampaikan, kami akan memberikan pembebasan bagi maskapai untuk dibebaskannya biaya PJP4U (Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara)," katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan memberikan berbagai fasilitas dukungan dari Bandara JB Soedirman menuju Bandara Halim Perdanakusuma, selanjutnya ke Bandara Soekarno Hatta lalu terbang ke Tanah Suci dan sebaliknya. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement