Rabu 19 Jul 2023 05:42 WIB

Desa Wisata Penyangga Zona Otorita Borobudur Dapat Pelatihan Ekonomi Kreatif

Setiap desa memiliki potensi yang berbeda-beda.

Sejumlah pengunjung berwisata di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Anis Efizudin
Sejumlah pengunjung berwisata di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WATES -- Badan Pelaksana Otorita Borobudur memberikan pelatihan dan pendampingan penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kepada empat Desa Wisata Penyangga Zona Otorita Borobudur.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) Agustin Paranginangin di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan pelatihan dan pendampingan menyasar empat desa wisata. Antara lain Sidoharjo, Cacaban Kidul, Menoreh dan Kalirejo.

"Tujuan pelatihan dan pendampingan sebagai upaya mendorong tercapainya target utama RPJM 2020-2024," kata Agustin.

Ia mengatakan pelatihan dan pendampingan ini juga fokus dalam mendukung Program Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di Kawasan Pariwisata Borobudur.

“Harapannya setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan maka akan mendorong 4,4 juta lapangan pekerjaan sampai dengan  2024, menjadi rantai pasok di Borobudur Highland," kata dia.

Selain itu, kegiatan juga menjadi salah satu upaya membangkitkan ekonomi pascapandemi Covid-19. Terutama di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.

Di sisi lain, juga diharapkan dapat meningkatkan ekosistem bisnis. Termasuk menjadikan UMKM naik kelas dan berdaya saing tinggi.

"Tujuannya juga meningkatkan kompetensi SDM pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) sehingga bisa menciptakan produk yang berdaya saing. Kemudian bisa naik kelas," katanya.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei potensi yang dilakukan oleh tim ahli Parekraf, diketahui setiap desa memiliki potensi yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, akan digali potensi masing-masing kemudian bisa dipetakan produk apa yang cocok dan bisa dikembangkan di daerah tersebut.

"Materi pelatihan dan pendampingan di antaranya meliputi manajemen keuangan, manajemen SDM, operasional, packaging product, pemasaran, dan pendampingan legalitas usaha," jelasnya

Pelatihan menghadirkan narasumber yang mumpuni di bidangnya. Mereka berasal dari Dinas Pariwisata DIY dan Jateng, serta tiga dinas dari Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Kulonprogo.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement