Sabtu 29 Jul 2023 14:27 WIB

Yogyakarta Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyediakan kuota untuk 500 peserta.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Fernan Rahadi
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Covid-19 lanjutan saat vaksinasi massal gratis (ilustrasi).
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Covid-19 lanjutan saat vaksinasi massal gratis (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta tetap mengadakan vaksinasi Covid-19, meskipun status pandemi telah dicabut. Vaksinasi itu untuk mempertahankan kekebalan individu dan komunitas dari potensi Covid-19. Kegiatan vaksinasi Covid-19 yang digelar Pemkot Yogyakarta juga disambut antusias oleh masyarakat.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Endang Sri Rahayu mengatakan yang namanya konsep penyakit menular ketika bisa dicegah dengan imunisasi, maka dilakukan vaksinasi Apalagi masih ada ketersediaan vaksin Covid-19 di Kota Yogyakarta sehingga dimanfaatkan untuk vaksinasi.

"Jadi meskipun Covid-19 sudah dicabut pandeminya, kita tetap perlu mempertahankan kekebalan. Baik kekebalan individu maupun kekebalan komunitas," kata Endang ditemui di sela vaksinasi Covid-19 di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (28/7/2023).

Dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 itu Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyediakan kuota untuk 500 peserta. Jenis vaksin yang digunakan adalah Inavac. Vaksin itu untuk melayani vaksinasi dosis satu, dua, booster pertama dan booster kedua. Syarat vaksinasi usia minimal 18 tahun. Kegiatan vaksinasi Covid-19 itu, tidak hanya melayani warga Kota Yogyakarta, tapi juga berlaku KTP nasional.

 

"Pendaftar sudah 500. Kegiatan ini banyak peminatnya dibandingkan vaksinasi sebelumnya. Sempat dulu kami siapkan kuota 1000 tapi kehadiran tidak sebanyak yang kita perkirakan," paparnya.

Dia menyebut capaian vaksinasi Covid-19 booster kedua di Kota Yogyakarta masih sekitar 80 persen. Sedangkan vaksinasi booster pertama sudah mencapai 110 persen serta vaksinasi satu dan dua sekitar 120 persen. Meski demikian Pemkot Yogyakarta tetap menggelar pelayanan vaksinasi Covid-19 untuk mempertahankan kekebalan tubuh dari Covid-19.

Menurut Endang tingkat kekebalan tubuh suatu individu dan komunitas dapat dilihat dari jumlah kasus Covid-19. Kasus Covid-19 saat ini sudah landai sekali sehingga menunjukkan kekebalan sudah terbentuk. Dia menyebut kasus Covid-19 masih ada. Kasus itu ditemukan saat pemeriksaan di pelayanan kesehatan karena keluhan mengarah Covid-19 lalu dites positif. Penanganan dengan isolasi mandiri dan memakai masker.

"Saat ini datar sekali, satu dua kasus dan tidak setiap hari ada. Makanya kenapa tidak diadakan vaksinasi. Apalagi vaksin masih ada. Ini stok vaksin terakhir. Apakah kelanjutannya nanti masih ada, kami menunggu kebijakan (pusat)," jelas Endang.

Sementara itu salah satu peserta vaksinasi, Oktaviona Nur Azizah (20 tahun) merasa terbantu dengan kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diadakan Pemkot Yogyakarta. Mengingat selama ini dirinya merasa sudah susah mencari layanan vaksin Covid-19. Padahal dia membutuhkan vaksin karena ada persyaratan vaksinasi booster yang harus ia penuhi.

"Bagus karena udah lumayan susah sekarang mencari vaksin. Jadi ini mempermudah. Vaksin satu dan dua sudah. Kalau saya karena ada persyaratan harus vaksinasi ketiga. Jadi makanya ini vaksinasi,” ucap Oktaviona warga Demangan Gondokusuman itu. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement