Selasa 08 Aug 2023 14:16 WIB

Akibat Sampah, Dua Lokasi di Bantul Kembali Mengalami Kebakaran

Musim kemarau yang cenderung berangin membuat api cepat menyebar.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Ilustrasi Kebakaran lahan.
Foto: Antara/Joko Sulistyo
Ilustrasi Kebakaran lahan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Kejadian kebakaran lahan akibat pembakaran sampah kembali terjadi di dua lokasi di Kabupaten Bantul, DIY. Tercatat pada Senin (7/8/2023), dua lokasi mengalami kebakaran akibat sampah yang terbakar.

Salah satu kejadian kebakaran akibat sampah yang terbesar di Dusun Bungsing RT 04, Kalurahan, Guwosari, Pajangan, pada pukul 15.10 WIB. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menjelaskan, kebakaran terjadi akibat api menyebar saat membakar sampah di lahan yang banyak dedaunan kering.

Kronologisnya, pada Senin (7/8/23) pukul 09.00 WIB warga Dusun Bungsing bernama Mujiono (70 tahun) membakar daun jati kering di tanah kebun miliknya. Ia mengira bahwa api sudah dipadamkan, padahal masih ada bara.

Nahas, adanya angin membuat api merembet ke arah selatan ke tumpukan sampah lainnya. Tumpukan sampah rumah tangga berasal dari Ponpes Pandanaran Sleman yang berhenti selama tiga tahun yang lalu.

 

Diketahui pukul 15.10 WIB tumpukan sampah tersebut terbakar dan menyebar luas, sehingga diperlukan lima unit pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Adapun dari Damkar Bantul mengerahkan tiga unit Damkar, TRC BPBD satu unit, dan PMI satu unit di bawah koordinator komandan Damkar BPBD Bantul.

"Dari kejadian kebakaran tidak ada korban jiwa maupun materi. Tetapi jika tidak dipadamkan akan merembet ke semua lahan lahan kering milik masyarakat Dusun Kedung RT 04 Guwosari," ujar Iptu Jeffry, Selasa (8/8/23).

Selain di Guwosari, kejadian kebakaran akibat sampah juga terjadi di hari yang sama di pengolahan sampah di Padukuhan Petung RT 03, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan. Di lokasi ini, sampah bukan sengaja dibakar.

Gudang rosok milik warga bernama Suyadi (63) terbakar pada pukul 03.00 WIB. Menurut Iptu Jeffry, korban yang tinggal di tempat tersebut, terbangun sekitar pukul 03.00 WIB mendengar suara yang asing, lalu korban melihat api.

Dibantu tetangga, korban berusaha memadamkan api dengan selang, namun tidak mampu karena air mengalir kecil, kemudian api semakin membesar. Karena korban dan warga tidak bisa memadamkan api, mereka lalu menelepon pemadam kebakaran.

"Pemadam kebakaran Bantul datang sebanyak empat unit dan satu unit tangki berhasil memadamkan api. Adapun kerugian dalam kejadian ini diperkirakan sekitar Rp 300 juta, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Iptu Jeffry.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memperingatkan akan munculnya banyak kebakaran akibat kebakaran lahan selama musim kemarau. Musim kemarau yang cenderung berangin membuat api cepat menyebar, apalagi banyak yang mulai membakar sampah secara mandiri sejak TPS Piyungan ditutup.

"Di musim kemarau ini ada kecenderungan seperti itu (kebakaran lahan). Ditambah lagi pengelolaan sampah secara mandiri yang terpaksa dibakar oleh warga berpotensi menimbulkan kebakaran," ujar Kabid Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Irawan.

Berdasarkan data BPBD, jumlah penanganan kebakaran oleh Damkarmat BPBD Bantul di musim kemarau atau sepanjang Juni - 2 Agustus 2023 ada sebanyak 72 kejadian, dengan 35 kejadian disebabkan oleh membakar sampah.

Sedangkan rekapitulasi selama 2023 hingga 2 Agustus 2023 pukul 10.00 WIB, Damkarmat BPBD Bantul telah menangani sebanyak 122 kejadian dalam wilayah manajemen kerja kejadian (di Bantul luar WMK, dan delapan kejadian di luar wilayah Bantul).

Mengingat risiko besarnya terjadi kebakaran selama musim kemarau dan darurat sampah ini, BPBD Bantul telah membuat himbauan yang disebar luaskan melalui beragam media sosial. Dalam imbauan tersebut, BPBD menyebutkan bahwa kejadian kebakaran di awal musim, tertinggi hingga tiga kejadian dalam 24 jam pada awal Juni 2023 akibat kelalaian.

Hal-hal yang disosialisasikan antara lain jangan meninggalkan api pembakaran material sampah sebelum dipastikan padam, hindari pembukaan lahan dengan cara pembakaran pohon, kayu, rumput yang sudah lapuk, pastikan instalasi listrik rumah sesuai dan aman dari bahaya korsleting, dan berikan jarak pada benda yang mudah terbakar apabila memasak dengan tungku kayu/tradisional agar tidak ada perambatan api.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement