Senin 21 Aug 2023 09:09 WIB

FX Rudy Sebut Secara Elektoral Gibran Penuhi Persyaratan Jadi Cawapres

Gibran mengaku tak tahu-menahu apabila Puan membuka peluang untuk dirinya.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Fernan Rahadi
 Wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka
Foto: Muhammad Noor Alfian
Wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, memberi tanggapan soal peluang Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menjadi calon wakil presiden bakal calon presiden Ganjar Pranowo. 

Seperti diketahui, Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan, partainya akan membuka peluang bagi Gibran untuk menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo di pilpres 2024. Hal ini jika Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan usia wakil presiden menjadi minimal 35 tahun.

Baca Juga

Menanggapi hal tersebut, FX Rudy tak mempersoalkan hal tersebut. Namun, ia berpandangan Gibran secara elektoral memenuhi persyaratan. "Sah-sah saja, karena secara elektoral memenuhi persyaratan," katanya. 

Kendati demikian, FX Rudy mengatakan hal tersebut masih menunggu bagaimana hasil dari uji materi di mahkamah konstitusi (MK). Ia juga mengaku siap memenangkan jika DPP merestuinya.

"Itu kan semuanya sesuai dengan aturan yang ada, dan kemarin saya juga sudah menyampaikan panjang lebar kalau memang keputusan MK itu nanti usia tidak jadi hambatan kalau DPP mencapreskan mas Gibran hukumnya wajib untuk mendukung," katanya.

FX Rudy juga mengaku optimistis ketika ditanya soal Gibran yang sempat pesimistis jika menjadi cawapres Ganjar akan kalah. "Ya kalau bicara perjuangan itu harus optimis ya, yang penting pada saat proses di jalan yang seperti ini maka imbauan dari Mas Wali Kalau DPC setiap melakukan hal yang sama," katanya. 

Sementara itu, Gibran mengaku tak tahu-menahu apabila Puan membuka peluang untuk dirinya. "Sinyal? Beliau (Puan) yang bilang? saya nggak tahu, nggak tahu saya malahan," katanya, Jumat (18/8/2023).

Gibran juga enggan menjadi cawapresnya Ganjar. Pasalnya, ia mengaku takut apabila Ganjar kalah karena dirinya yang menjadi cawapres. "Waduh, ya jangan lah. Saya kan bukan siapa-siapa. Takutnya nanti Pak Ganjar kalah gara-gara saya kan repot, jangan jangan. Yang senior saja," katanya. 

Putra sulung presiden tersebut juga sempat menyinggung soal usianya yang belum mencukupi. "Kan umurnya belum cukup, umurnya nggak cukup," katanya.

Sebelumnya, Puan sempat mengatakan akan mencermati peluang Gibran menjadi cawapres Ganjar. "Kita mencermati hal tersebut, kalau memang kemudian di MK-nya kemudian disetujui ada calon cawapres di bawah 40 tahun, ya bisa saja Mas Gibran yang maju," kata Puan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip pada Jumat (18/8/2023).

Terkait isu Gibran akan pindah partai karena namanya masuk bursa cawapres partai lain, Puan pun meminta agar tak berandai-andai. Isu ini, kata dia, perlu ditanyakan langsung ke Gibran.

"Ya tanya Mas Gibran. Kita nggak usah berandai-andai nanti jadinya fitnah. Sudah, tanya Mas Gibran, ya," kata Puan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement