Selasa 22 Aug 2023 19:27 WIB

Sudah Sehat, Bayi Kembar Siam di RSSA Akhirnya Dipulangkan ke Pasuruan

Keduanya sudah terpantau sehat dan baik selama proses evaluasi pascaoperasi.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Kondisi bayi kembar siam yang telah menjalani operasi pemisahan di RSUD Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Selasa (22/8/2023).
Foto: Republika/ Wilda Fizriyani
Kondisi bayi kembar siam yang telah menjalani operasi pemisahan di RSUD Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Selasa (22/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Bayi kembar siam yang menjalani perawatan di RSUD Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim) akhirnya resmi dipulangkan ke tempat asalnya, yaitu Pasuruan. Pemulangan bayi perempuan bernama Aisyah dan Aliyah tersebut dihadiri tim dokter, pimpinan RSSA dan karyawan, Selasa (22/8/2023). 

Sebagaimana diketahui, Tim Kembar Siam RSSA telah berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam berusia 10 bulan tersebut. Keduanya sudah terpantau sehat dan baik selama proses evaluasi pascaoperasi. "Secara garis besar putusan tim bahwa bayi Aliyah dan Aisyah bisa dipulangkan," kata Ketua Tim Kembar Siam RSSA, Eko Sulistijono di Kota Malang.

Baca Juga

Lebih detail, Eko mengungkapkan, sistem tubuh dari bayi kembar siam telah berjalan normal dan baik. Hal ini termasuk sistem pernapasan, pencernaan, dan luka bekas operasi. Ia juga memastikan dua bayi tersebut tidak mengalami muntah ataupun sesak selama masa perawatan dan evaluasi.

Selanjutnya, bayi kembar tersebut cukup menjalani rawat jalan untuk mengontrol luka bekas operasi. Adapun mengenai perawatan khusus di rumah, orang tua anak cukup memerhatikan nutrisi saja. Itu artinya tidak ada perawatan khusus yang perlu dijaga ketat selama tetap menjalani rawat jalan untuk bekas lukanya. 

Menurut Eko, orang tua bayi kembar selama ini sudah mendapatkan edukasi mengenai nutrisi yang perlu diperoleh anaknya. "Kita ajarkan semua tetapi ibunya pintar karena sebelumnya sudah diberi nutrisi baik," ujar dokter spesialis anak tersebut.

Di samping itu, Eko tidak menampik perkembangan bayi kembar siam tersebut sedikit mengalami keterlambatan. Beberapa di antaranya seperti belum dapat tengkurap, duduk dan lain-lain. Hal ini dapat terjadi karena tubuh kedua bayi tersebut sebelumnya berdempetan. 

Untuk membantu perkembangannya, kedua bayi akan menjalani perawatan secara fisioterapis. Pemantauan dan perawatan bagian ini setidaknya akan berlangsung hingga anak berusia dua tahun. "Dan mudah-mudahan dengan fisioterapi semuanya pulih," jelasnya.

Adapun terkait RSUD yang dipilih, Eko mengembalikan keputusan itu kepada orang tua bayi kembar. Orang tua dapat memilih RSSA atau RSUD Bangil, Pasuruan untuk melakukan kontrol kesehatan sesuai kehendaknya apabila tidak memberatkan. Namun, dia memastikan RSUD Bangil Pasuruan telah memiliki layanan fisioterapi dan lainnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement