Selasa 29 Aug 2023 01:06 WIB

Lahan Milik Warga di Semarang Terbakar, Satgas Karhutla Turun Tangan

Warga diimbau agar tidak ceroboh saat beraktivitas di lahan mereka.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan (ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Jajaran Polsek Bawen memastikan kebakaran lahan yang terjadi di lahan warga di Dusun Kaliputih, Desa Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, pada Ahad (27/8) petang telah dipadamkan.

Dari pengecekan dan pemantauan di lokasi pada Senin (28/8) siang, dipastikan sudah tidak ada lagi titik api di kawasan lahan yang terbakar, setelah Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berupaya melakukan pemadaman sejak Ahad malam.

Namun demikian, aparat kepolisian mengantisipasi terulangnya peristiwa ini dengan memberikan pemahaman kepada warga sekitar agar tidak ceroboh saat melakukan aktivitas di lahan mereka.

“Seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah, maupun semak yang mengering, pada saat cuaca yang cukup terik ini,” kata Kapolsek Bawen, Kapolsek Bawen AKP Solekhan, Senin siang.

Sebelumnya, jelas kapolsek, kebakaran lahan milik sejumlah warga di lingkungan Dusun Kaliputih ini dilaporkan oleh aparat desa setempat pada Ahad petang, sekitar pukul 18.00 WIB.

Dengan kondisi cuaca kering, angin yang bertiup cukup kencang banyak rumput ilalang, semak, dan daun yang kering, membuat api titik api cepat meluas dan nyaris menjangkau permukiman warga menjelang malam hari.

Upaya pemadaman dilakukan dengan melibatkan unsur pemadam kebakaran (damkar) serta relawan BPBD Kabupaten Semarang dengan melibatkan satu unit mobil damkar dan mobil tangki air BPBD.

Polsek Bawen juga berkoordinasi dengan Sat Samapta Polres Semarang guna menyiagakan truk water cannon. “Kami juga mengantisipasi dengan menyiapkan unit water cannon apabila api belum bisa dikendalikan,” jelasnya.

Sementara itu dari hasil pengecekan di lokasi, lahan yang terdampak kebakaran tersebut diketahui milik beberapa warga Dusun Kaliputih. Sejauh ini tanaman yang terdampak kebakaran meliputi pohon jati, sengon, dan mahoni.

“Selain memastikan tidak ada lagi potensi titik api, polisi memberikan edukasi kepada warga sekitar untuk tidak membakar sampah, ataupun membuang puntung rokok sembarangan yang bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran,” ungkap Solekhan.

Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra menambahkan, jajaran Polres Semarang siap turun langsung bersama dinas terkait dalam penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Semarang.

Tidak hanya penanganan, dalam rangka pencegahan dilakukan dengan mengimbau warga agar tidak membakar lahan dengan dalih untuk keperluan pertanian maupun untuk membersihkan gulma di lahan mereka.

Terlebih saat ini puncak musim kemarau, saat udara cukup panas dan banyak rumput mengering dan mudah terbakar. “Jika sudah terbakar, api bisa meluas dengan cepat api menjalar dengan cepat,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement