Kamis 07 Sep 2023 22:42 WIB

Lansia di Malang Meninggal Akibat Festival Check Sound, Keluarga Ikhlas

Yang bersangkutan sudah memiliki riwayat penyakit asma sejak setahun lalu.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Viral warga Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meninggal karena kaget usai menyaksikan pawai check sound.
Foto: Tangkapan layar
Viral warga Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meninggal karena kaget usai menyaksikan pawai check sound.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sebuah unggahan di media sosial viral di masyarakat Kabupaten Malang. Unggahan tersebut menyebutkan seorang lansia di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang meninggal akibat festival check sound yang suaranya menggelegar.

Mengetahui hal tersebut, Kapolsek Jabung IPTU Suyanto dan jajarannya melakukan takziah ke rumah duka wilayah Jalan Suropati, Dusun Krajan, Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Takziah ini juga bertujuan untuk mengonfirmasi adanya informasi orang meninggal dunia pasca-kegiatan karnaval pada 31 Agustus 2023 di wilayah Kecamatan Jabung.

Baca Juga

"Informasi tersebut menyebutkan almarhum meninggal diduga dampak dari suara atau musik sound system," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (7/9/2023).

Sebelum pelaksanaan karnaval atau pawai oleh Yayasan Sunan Kalijaga, Polsek Jabung memastikan telah menyampaikan panitia untuk tidak menggunakan pengeras suara secara berlebihan. Sebab, cara tersebut dapat mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat setempat.

 

Selanjutnya dalam kegiatan semacam ini, pihaknya akan memberikan wawasan kepada panitia kegiatan untuk lebih memperhatikan kepentingan masyarakat secara umum. Hal ini penting agar tidak menggangu kamtibmas sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi. 

Adapun hasil kunjungan ke rumah duka ditemukan bahwa Yayasan Sunan Kalijaga memang terbukti telah melaksanakan pawai pada 31 Agustus lalu. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat beberapa peserta pawai/karnaval yang menggunakan pengeras suara dalam bentuk sound system. Pengeras suara tersebut dimuat dengan kendaraan pikap.

Pada saat pelaksanaan kegiatan karnaval, warga atas nama W (67 tahun) sedang menyaksikan cucunya yang turut dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, W merasakan sakit dan sesak pada tubuhnya tepat di bagian dadanya saat mendengarkan suara-suara tersebut. Tak selang lama dari itu, W pulang ke rumahnya lalu tidak sadarkan diri hingga dinyatakan meninggal dunia. 

Menurut dia, keluarga W telah menyampaikan bahwa yang bersangkutan sudah memiliki riwayat penyakit asma sejak setahun lalu. Lalu atas meninggalnya W, pihak keluarga telah menerima dan mengikhlaskan keadaan tersebut. "Serta keluarga tidak menuntut kepada pihak manapun," kata dia menambahkan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement