Ahad 17 Sep 2023 17:45 WIB

Warga Solo Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo, Gibran Minta Maaf

Pemkot Solo langsung membuat dapur darurat untuk menyuplai makanan.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Fernan Rahadi
Warga beraktifitas menggunakan masker akibat pekatnya asap di Dusun Jatirejo, Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (17/9/2023). RT 3 Dusun Jatirejo menjadi daerah yang terdampak langsung imbas kebakaran TPA Putri Cempo. Warga beraktifitas memilih menggunakan masker untuk meminimalkan risiko ISPA. Untuk warga balita sudah diungsikan sejak Sabtu (16/9/2023) sore, tenaga kesehatan juga sudah turun untuk memeriksa serta memberikan obat-obatan yang diperlukan. Dusun ini lokasinya persis bersebelahan dengan TPA dan arah angin menuju ke sini.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Warga beraktifitas menggunakan masker akibat pekatnya asap di Dusun Jatirejo, Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (17/9/2023). RT 3 Dusun Jatirejo menjadi daerah yang terdampak langsung imbas kebakaran TPA Putri Cempo. Warga beraktifitas memilih menggunakan masker untuk meminimalkan risiko ISPA. Untuk warga balita sudah diungsikan sejak Sabtu (16/9/2023) sore, tenaga kesehatan juga sudah turun untuk memeriksa serta memberikan obat-obatan yang diperlukan. Dusun ini lokasinya persis bersebelahan dengan TPA dan arah angin menuju ke sini.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Wali Kota Solo Gibran Rakabuming meminta maaf atas dampak yang diakibatkan terbakarnya sebagian sampah di blok B TPA Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah. 

"Saya mohon maaf atas kejadian ini," kata Gibran usai peninjauan, Ahad (17/9/2023).

Putra sulung presiden Jokowi tersebut mengatakan Pemkot Solo langsung membuat dapur darurat untuk menyuplai makanan. Pihaknya juga mendirikan posko kesehatan.

"Kita standby dapur darurat dan lain-lain, untuk suplai makanan ada terus. Sama air putih, pemeriksaan kesehatan ada, pasti ada. Sejauh ini belum ada laporan yang gimana-gimana," ucapnya. 

Pihaknya mengatakan sejauh ini belum ada warga yang melaporkan sakit atas asap tersebut. Namun, ia mengatakan akan mengecek rumah warga yang terdampak asap tersebut.

"Belum (laporan sakit) Insya Allah belum, kalau ada Bu Ning (Kepala Dinas Kesehatan Solo) pasti sudah laporan. Makane ini tak puteri dulu ya rasah ngetutke ya (makanya ini saya mau keliling dulu, tidak usah mengikuti-Red)," katanya mengakhiri.

Sebelumnya, Pj Gubernur Jawa Tengah Komjen (Purn) Nana Sudjana mengaku sudah berkoordinasi dengan BNPB guna menurunkan water bombing untuk mengatasi kebakaran di Blok B TPA Putri Cempo Mojosongo, Jebres, Solo. 

"Terus kita lakukan langkah-langkah lanjutan untuk memadamkan. Dan kami pun sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB untuk mempercepat pemadaman itu kami harapkan bantuan water bombing," kata Nana ketika ditemui di TPA Putri Cempo, Ahad (17/9/2023). 

Pihaknya memastikan water bombing akan segera dikirimkan di lokasi kejadian. Secara administratif pihaknya mengatakan telah mengajukan hal tersebut ke BNPB. 

"Insya Allah dalam waktu dekat akan dikirim (oleh BNPB). Insya Allah dalam waktu dekat kita koordinasikan, administrasi juga sudah kita lakukan untuk meminta bantuan water bombing," katanya. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement