Jumat 29 Sep 2023 06:42 WIB

Kaesang Jadi Ketua Umum PSI, Sekjen PDIP: Kita Saling Memperkuat

PDIP dan PSI memiliki pengalaman kerja sama pada Pilpres 2019.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Fernan Rahadi
Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep saat memimpin rapat perdana dengan sejumlah jajaran pengurus PSI di DPP PSI, Jakarta, Selasa (26/9/2023). Rapat perdana tersebut digelar usai putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep didapuk sebagai Ketua Umum PSI pada Kopdarnas PSI pada Senin (25/9) kemarin.  Rapat tersebut  membahas mengenai berbagai evaluasi dan rancangan strategi PSI dalam menghadapi Pemilu 2024.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep saat memimpin rapat perdana dengan sejumlah jajaran pengurus PSI di DPP PSI, Jakarta, Selasa (26/9/2023). Rapat perdana tersebut digelar usai putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep didapuk sebagai Ketua Umum PSI pada Kopdarnas PSI pada Senin (25/9) kemarin. Rapat tersebut membahas mengenai berbagai evaluasi dan rancangan strategi PSI dalam menghadapi Pemilu 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, tak memandang hadirnya Kaesang Pangarep sebagai ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggembosi suara partainya. Sebaliknya, ia yakin hadirnya putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu akan semakin memperkuat keduanya.

"Kita ini saling memperkuat. Jadi Mbak Puan sudah menyampaikan komentarnya yang sangat baik. Jadi semua saling memperkuat," ujar Hasto di Jakarta International Expo, Jakarta, Kamis (28/9/2023).

Baca Juga

Kaesang yang menjadi Ketua Umum PSI juga tak membuat hubungan antara Jokowi dan PDIP renggang. Sebab, Jokowi bersama keluarganya memiliki persamaan dengan PDIP dalam visinya membangun Indonesia.

"Antara PDI Perjuangan dan Pak Jokowi dengan keluarga itu punya suatu emotional bonding, punya cita-cita kebersamaan untuk membangun Indonesia," ujar Hasto.

 

PDIP dan PSI sendiri juga memiliki pengalaman kerja sama pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 dalam mengusung Jokowi. Tentu akan sangat baik jika hal tersebut dilanjutkan dalam dukungannya kepada Ganjar Pranowo.

"Komitmen ini terus kami jalankan agar Presiden Jokowi terus mencetak legacy yang tertinggi, sehingga Pak Ganjar Pranowo ketika melanjutkan kepemimpinan itu, bisa bergerak cepat," ujar Hasto.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep belum mengungkapkan nama bakal capres yang akan didukung partainya pada Pilpres 2024. Namun, ia mengaku memiliki kedekatan dengan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

"Saya sama Pak Prabowo ya alhamdulillah dekat. Sama Pak Ganjar kemarin juga ketemu di Pestapora, nonton Dewa (19), Pak Ganjar nonton Dewa saya nonton NDX, saya suka koplo soalnya," ujar Kaesang di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (25/9/2023) malam.

"Pilihnya yang mana? ya nanti kebetulan kan keduanya sudah datang juga ke podcast saya juga, sudah ngobrol pribadi juga. Nanti balik lagi kita akan liat aspirasi-aspirasi dari DPD, DPW, mengarahnya ke mana," ujarnya.

Dalam pidato pertamanya sebagai Ketua Umum PSI pada Kopi Darat Nasional (Kopdarnas), Kaesang menyatakan tak ingin terburu-buru dalam menentukan sikapnya untuk Pilpres 2024. Ia mengutip pernyataan ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni "ojo kesusu" (jangan terburu-buru-Red).

Ia juga meminta tambahan waktu untuk dapat turun ke masyarakat langsung. Menurut dia, pihaknya harus mendengar hingga merasakan denyut di akar rumput sebelum memberikan dukungan dalam Pilpres 2024.

 

"Izinkan saya sampaikan dukungan capres PSI di 2024 adalah sabar toh sabar. Kita tuh pelan-pelan dulu ojo kesusu," ujar Kaesang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement